Abstrak tiara, salma. 2025. petani kopi dan tengkulak di kecamatan bukit kabupaten bener meriah. [skripsi. universitas syiah kuala]. dibawah bimbingan dra. musfiana, m.m., dan dr.t.m. jamil, m.si. sebagian besar masyarakat di kecamatan bukit memanfaatkan lahan pertanian untuk menanam kopi. namun demikian, petani kopi di kecamatan bukit kabupaten bener meriah ini masih menghadapi berbagai keterbatasan, seperti keterbatasan modal usaha, akses terhadap pembeli pasar, informasi harga, serta sarana dan prasarana yang belum memadai. kondisi tersebut mendorong petani kopi menjual hasil panennya kepada tengkulak. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran tengkulak terhadap petani kopi, pertimbangan petani kopi menjual hasil panen kepada tengkulak, serta dampak penjualan kopi kepada tengkulak bagi petani kopi. subjek pada penelitian adalah petani kopi yang terikat dengan tengkulak sedangkan objek pada penelitian ini adalah praktik tengkulak dalam penetapan harga kopi. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara mendalam kepada 10 orang petani kopi dan 3 tengkulak yang dipilih sebagai responden. data dianalisis secara naratif untuk menggambarkan fenomena yang terjadi di lapangan. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama tengkulak berperan penting dalam sistem pemasaran kopi sebagai penyedia modal, sebagai pembeli tetap, pembeli hasil panen, penentu harga, dan sekaligus perantara distribusi. kedua, pertimbangan utama petani kopi menjual kepada tengkulak adalah petani merasa diuntungkan karena kemudahan, kecepatan dan tanpa biaya tambahan, kesepakatan lisan mengikat petani kepada tengkulak, ikatan utang menjadi faktor pengikat penjualan, faktor sosial dan budaya dalam relasi petani kopi dan tengkulak dan hubungan kepercayaan menjadi landasan transaksi dan juga menjual kepada tengkulak karena faktor keadaan bukan karena menguntungkan harga. ketiga, penjualan kopi kepada tengkulak memberikan dampak keterbatasan menjual kepada pihak lain, ketidakstabilan harga kopi yang diterima petani, pemotongan utang hasil penjualan dan pendapatan bersih yang rendah. mengingat temuan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa keberadaan tengkulak berperan sentral sekaligus memperkuat ketergantungan ekonomi petani. sehingga diperlukan penguatan kelembagaan koperasi dan akses pasar alternatif untuk meningkatkan kesejahteraan petani kopi. kata kunci: petani kopi, tengkulak, pemasaran hasil pertanian.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PETANI KOPI DAN TENGKULAK DI KECAMATAN BUKIT KABUPATEN BENER MERIAH. Banda Aceh Fakultas KIP,2026
Baca Juga : ANALISIS PEMASARAN KENTANG DI KECAMATAN BUKIT KABUPATEN BENER MERIAH (Maqfirah Van Tawar Niate, 2016)
Abstract
ABSTRACT Tiara, Salma. 2025. Coffee Farmers and Middlemen in Bukit District, Bener Meriah Regency. [Thesis. Syiah Kuala University]. Under the guidance of Dra. Musfiana, M.M., and Dr. T.M. Jamil, M.Si. Most people in Bukit District utilize agricultural land to grow coffee. However, coffee farmers in Bukit District, Bener Meriah Regency still face various limitations, such as limited business capital, access to market buyers, price information, and inadequate facilities and infrastructure. These conditions encourage coffee farmers to sell their crops to middlemen. This study aims to determine the role of middlemen on coffee farmers, the considerations of coffee farmers selling their crops to middlemen, and the impact of selling coffee to middlemen on coffee farmers in Bukit District, Bener Meriah Regency. The subjects of the study were coffee farmers who were tied to middlemen, while the object of this study was the practice of middlemen in determining coffee prices. This study used a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of observation and in-depth interviews with 10 coffee farmers selected as and 3 middlemen respondents. Data were analyzed narratively to describe the phenomena occurring in the field. The results of this study indicate that, first, middlemen play a significant role in the coffee marketing system as capital providers, regular buyers, harvest buyers, price makers, and distribution intermediaries. Second, the main considerations for coffee farmers selling to middlemen are that farmers feel they benefit because of the convenience, speed, and no additional costs, verbal agreements bind farmers to middlemen, debt bonds become a binding factor in sales, social and cultural factors in the relationship between coffee farmers and middlemen and trust relationships form the basis of transactions and also selling to middlemen due to circumstances rather than because of price advantages. Third, selling coffee to middlemen has an impact on limiting sales to other parties, instability of coffee prices received by farmers, debt deductions from sales results and low net income. Considering these findings, it can be concluded that the existence of middlemen plays a central role and strengthens the economic dependence of farmers. Therefore, it is necessary to strengthen cooperative institutions and access alternative markets to improve the welfare of coffee farmers in Bukit District, Bener Meriah Regency. Keywords: Coffee Farmers, Middlemen, Agricultural Product Marketing.
Baca Juga : ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA PETANI KOPI DI KECAMATAN PERMATA KABUPATEN BENER MERIAH (Sairah, 2024)