Hunian merupakan kebutuhan dasar manusia yang berfungsi sebagai ruang lindung, wadah interaksi sosial, serta pengembangan karakter penghuninya. tetapi, pemenuhan hunian pada kota-kota besar menjadi tantangan dikarenakan terbatasnya lahan dan meningkatnya jumlah penduduk. salah satunya, pada kota banda aceh yang menurut data bps setiap tahunnya terjadi pelonjakan penduduk yang signifikan dalam lima tahun kebelakang. ini menunjukkan bahwa perlunya sebuah hunian yang dapat menampung pelonjakan penduduk dengan lahan yang terbatas. perancangan ini bertujuan untuk memberikan hunian yang layak bagi masyarakat aceh, dengan pendekatan desain arsitektur biofilik. tema ini dipilih untuk menciptakan hunian yang nyaman bagi penghuninya. pendekatan yang dilakukan pada desain perancangan ini secara kontekstual terhadap tapak, kebutuhan fungsional, serta implementasi prinsip-prinsip biofilik. hasil dari perancangan ini adalah rumah susun sederhana sewa (rusunawa) dengan hunian yang layak dan nyaman, fasilitas yang lengkap, tata letak ruang yang efisien, serta ruang-ruang yang dirancang untuk menghadirkan interaksi langsung maupun tidak langsung dengan alam. dengan pendekatan arsitektur biofilik, rusunawa diharapkan tidak hanya memberikan hunian yang layak, tetapi dapat memberikan kenyamanan bagi penghuninya dan juga memberikan kesejahteraan psikologis bagi penghuninya. kata kunci : arsitektur biofilik, banda aceh, hunian vertikal, rusunawa.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERANCANGAN RUSUNAWA DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Teknik Arsitektur,2026
Baca Juga : PERANCANGAN RUSUNAWA DI KOTA BANDA ACEH (Ryo Hansyah Al-hafitz, 2026)
Abstract
Housing is a fundamental human need that serves as a protective space, a hub for social interaction, and a center for the character development of its residents. However, fulfilling housing needs in major cities has become a challenge due to limited land availability and a growing population. One such case is Banda Aceh City, where according to BPS (Central Bureau of Statistics) data, there has been a significant population surge over the past five years. This indicates the urgent need for housing that can accommodate this population growth within limited land areas. This design aims to provide decent housing for the people of Aceh through a biophilic architectural design approach. This theme was selected to create a comfortable living environment for its occupants. The approach taken in this design is contextual to the site, functional requirements, and the implementation of biophilic principles. The result of this design is a Simple Rental Apartment (Rusunawa) that offers decent and comfortable living units, comprehensive facilities, an efficient spatial layout, and spaces designed to present both direct and indirect interactions with nature. By utilizing a biophilic architectural approach, the Rusunawa is expected not only to provide decent housing but also to offer comfort and psychological well-being for its residents. Keywords: Biophilic Architecture, Banda Aceh, Vertical Housing, Rusunawa.
Baca Juga : HUBUNGAN KEPADATAN DENGAN STRES PADA WARGA RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA (RUSUSNAWA) DI GAMPONG KEUDAH BANDA ACEH (Bayu Permadi, 2016)