Abstrak penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh waktu penetapan anggaran, fiscal stress, dan sisa lebih perhitungan anggaran (silpa) terhadap serapan anggaran pada pemerintah kabupaten/kota di provinsi aceh periode 2015–2023. serapan anggaran merupakan indikator penting dalam menilai efektivitas pengelolaan keuangan daerah, khususnya di aceh yang memiliki karakteristik fiskal khusus melalui dana otonomi khusus.penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan pemerintah daerah yang telah diaudit oleh badan pemeriksa keuangan (bpk). populasi penelitian mencakup seluruh 23 kabupaten/kota di aceh dengan teknik sampling jenuh. metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pemilihan model melalui uji chow dan uji hausman, di mana model terbaik yang digunakan adalah fixed effect model (fem). hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial waktu penetapan anggaran dan fiscal stress berpengaruh signifikan terhadap serapan anggaran, sedangkan silpa tidak berpengaruh signifikan. secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap serapan anggaran. temuan ini mengindikasikan bahwa ketepatan waktu penetapan apbd dan pengelolaan silpa yang baik berperan penting dalam meningkatkan efektivitas penyerapan anggaran daerah. kata kunci: serapan anggaran, waktu penetapan anggaran, fiscal stress, silpa
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH WAKTU PENETAPAN ANGGARAN, FISCAL STRESS DAN SISA LEBIH PERHITUNGAN ANGGARAN TERHADAP SERAPAN ANGGARAN DI PROVINSI ACEH PERIODE TAHUN 2015-2023. Banda Aceh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Akuntansi (S1),2026
Baca Juga : PENGARUH FISCAL STRESS DAN PERUBAHAN ANGGARAN SISA LEBIH PERHITUNGAN ANGGARAN TERHADAP PERUBAHAN ANGGARAN BELANJA MODAL PADA PEMERINTAH PROVINSI SE-INDONESIA TAHUN 2018-2022 (Rena Zaizafun, 2024)
Abstract
ABSTRACT This study aims to analyze the effect of budget enactment timing, Fiscal Stress, and budget surplus (SiLPA) on budget absorption in district and municipal governments in Aceh Province during the period 2015–2023. Budget absorption is an important indicator of local financial management effectiveness, particularly in Aceh, which has unique fiscal characteristics through the Special Autonomy Fund.This research employs a quantitative approach using secondary data obtained from audited local government financial reports published by the Supreme Audit Board of Indonesia (BPK). The population consists of all 23 districts and cities in Aceh Province, and a census sampling technique is applied. Panel data regression is used as the analytical method, with model selection conducted through the Chow test and Hausman test. The Fixed Effect Model (FEM) is selected as the best estimation model. The results indicate that, partially, budget enactment timing and Fiscal Stress have a significant effect on budget absorption, while budget surplus does not have a significant effect. Simultaneously, the three independent variables significantly affect budget absorption. These findings suggest that timely budget enactment and proper management of budget surplus play an important role in improving local budget absorption effectiveness. Keywords: Budget Absorption, Budget Approval Timing, Fiscal Stress, Remaining Budget Surplus (SiLPA)