Abstrak air merupakan sumber daya utama yang berperan penting dalam menunjang kehidupan manusia, khususnya melalui konsumsi pangan dan non pangan. peningkatan jumlah penduduk serta perubahan pola konsumsi menyebabkan tekanan terhadap ketersediaan sumber daya air semakin besar. salah satu pendekatan yang digunakan untuk menilai besarnya penggunaan air adalah konsep water footprint, yang menggambarkan total air yang digunakan secara langsung maupun tidak langsung dalam menghasilkan barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besaran water footprint konsumsi pangan dan non pangan serta membandingkannya pada daerah aliran sungai (das) jambo aye tahun 2023 dan 2024. penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa data jumlah penduduk dan data konsumsi pangan serta non pangan yang bersumber dari badan pusat statistik (bps). perhitungan water footprint dilakukan menggunakan metode water footprint of nations dengan pendekatan virtual water pada masing-masing komoditas. hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2023, total water footprint konsumsi pangan di das jambo aye sebesar 688.896.692,14 m³, sedangkan konsumsi non pangan sebesar 3.004.364,91 m³. pada tahun 2024, water footprint konsumsi pangan meningkat menjadi 745.841.195,03 m³, sementara konsumsi non pangan juga meningkat menjadi 3.278.034,08 m³. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi pangan merupakan penyumbang terbesar penggunaan air dibandingkan konsumsi non pangan. kata kunci: water footprint, konsumsi pangan, das jambo aye
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
ANALISIS WATER FOOTPRINT KONSUMSI PANGAN DAN NON PANGAN PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) JAMBO AYE. Banda Aceh Fakultas Pasca Sarjana,2026
Baca Juga : RANCANG BANGUN PERANGKAT LUNAK UNTUK ANALISIS JEJAK AIR (WATER FOOTPRINT) PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KRUENG ACEH (BELLA CYNTIA PUTRI HAREFA, 2022)
Abstract
ABSTRACT Water is a primary resource that plays a crucial role in supporting human life, particularly through food and non-food consumption. Population growth and changes in consumption patterns have led to increasing pressure on the availability of water resources. One approach used to assess the magnitude of water use is the water footprint concept, which describes the total amount of water used directly and indirectly in producing goods and services consumed by society. This study aims to analyze the magnitude of the water footprint of food and non-food consumption and to compare it within the Jambo Aye Watershed in 2023 and 2024. This research employs a quantitative descriptive analysis using secondary data, including population data and food and non-food consumption data obtained from the Central Statistics Agency (BPS). The water footprint calculation was conducted using the Water Footprint of Nations method with a virtual water approach for each commodity. The results indicate that in 2023, the total water footprint of food consumption in the Jambo Aye Watershed amounted to 688,896,692.14 m³, while non-food consumption accounted for 3,004,364.91 m³. In 2024, the water footprint of food consumption increased to 745,841,195.03 m³, and non-food consumption also rose to 3,278,034.08 m³. This research is demonstrate that food consumption is the largest contributor to water use compared to non-food consumption. Keywords: water footprint, food consumption, Jambo Aye Watershed
Baca Juga : ANALISA PERPINDAHAN PANAS PADA PERENCANAAN WATER JACKET COOLER UNTUK MESIN DIESEL CCM SULZER PADA PLTD SEKTOR LUENG BATA (Alexandra, 2023)