Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Zacky Al-Kausar, IMPLEMENTASI PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS SYIAH KUALA NOMOR 3 TAHUN 2021 TENTANG TATA TERTIB DAN ETIKA KEHIDUPAN WARGA UNIVERSITAS SYIAH KUALA PASAL 7 HURUF A MENGENAI BERPAKAIAN SESUAI SYARIAT ISLAM. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala,2026

Abstrak pelaksanaan tata tertib dan etika kampus merupakan wujud konkret dari visi universitas sebagai lembaga pendidikan yang berlandaskan nilai. universitas syiah kuala (usk) telah menetapkan peraturan rektor nomor 3 tahun 2021 pasal 7 huruf a yang mengatur kewajiban berpakaian sesuai syariat islam bagi seluruh warga kampus yang beragama islam. namun, implementasi aturan ini dalam praktiknya belum mencapai tingkat kepatuhan yang optimal dan konsisten. permasalahan seperti ketiadaan pengawas khusus, belum tersedianya anggaran dan mekanisme sanksi yang jelas, serta tarik-menarik antara norma agama dengan gaya hidup modern menjadi tantangan utama. melihat kondisi ini, evaluasi terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan tersebut menjadi penting untuk dilakukan. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor pendukung dan penghambat implementasi peraturan rektor usk tersebut serta mengkaji dinamikanya berdasarkan teori implementasi kebijakan. penelitian ini menggunakan teori implementasi kebijakan model van meter dan van horn dengan fokus pada dua variabel utama: sikap pelaksana dan sumber daya. pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi di lingkungan fkip, feb, ft, dan lapangan geulanggang usk. hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek sikap pelaksana, implementasi didukung kuat oleh kesadaran internal mahasiswa, nilai budaya aceh, serta peran aktif dosen dan organisasi kemahasiswaan. namun, dari aspek sumber daya, implementasi terhambat secara signifikan oleh ketiadaan pengawas dan anggaran khusus, lemahnya mekanisme sanksi, serta konflik dengan konteks praktis kegiatan kampus. kesimpulannya, implementasi kebijakan ini mengalami paradoks dimana dukungan normatif sangat kuat, tetapi kapasitas struktural-operasional sangat lemah. oleh karena itu, diperlukan perbaikan melalui penerbitan petunjuk teknis yang rinci, alokasi sumber daya khusus untuk pengawasan, serta penguatan koordinasi dan integrasi antara pimpinan universitas, fakultas, satpam, dan organisasi mahasiswa agar penegakan aturan dapat berjalan efektif dan konsisten. kata kunci: implementasi kebijakan, peraturan rektor, busana muslim, van meter dan van horn, universitas syiah kuala.



Abstract

ABSTRACT The implementation of campus rules and ethics is a concrete manifestation of the university's vision as an educational institution based on values. Syiah Kuala University (USK) has established Rector's Regulation Number 3 of 2021 Article 7 Letter A, which regulates the obligation to dress in accordance with Islamic law for all Muslim campus residents. However, the implementation of this regulation in practice has not achieved an optimal and consistent level of compliance. Issues such as the absence of special supervisors, the lack of a clear budget and sanction mechanism, and the tension between religious norms and modern lifestyles are the main challenges. Given these conditions, it is important to evaluate the factors that influence the implementation of this policy. This study aims to analyze the factors that support and hinder the implementation of the USK Rector's Regulation and to examine its dynamics based on policy implementation theory. This study uses Van Meter and Van Horn's Policy Implementation Theory model, focusing on two main variables: the attitudes of implementers and resources. The approach used is qualitative, with data collection techniques through in-depth interviews and observations in the FKIP, FEB, FT, and Geulanggang Field environments at USK. The results of the study show that in terms of the attitudes of those implementing the policy, its implementation is strongly supported by the internal awareness of students, Acehnese cultural values, and the active role of lecturers and student organizations. However, in terms of resources, implementation is significantly hampered by the absence of supervisors and a specific budget, weak sanction mechanisms, and conflicts with the practical context of campus activities. In conclusion, the implementation of this policy experiences a paradox where normative support is very strong, but structural-operational capacity is very weak. Therefore, improvements are needed through the issuance of detailed technical guidelines, the allocation of special resources for supervision, and the strengthening of coordination and integration between university leaders, faculties, security guards, and student organizations so that enforcement of the rules can be effective and consistent. Keywords: Policy Implementation, Rector's Regulations, Muslim Attire, Van Meter and Van Horn, Syiah Kuala University.



    SERVICES DESK