Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES
Alifa Diansafira, STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI GAMPONG NUSA, KABUPATEN ACEH BESAR, ACEH. Banda Aceh Fakultas Teknik,2026

Pariwisata berkelanjutan merupakan agenda penting dalam pengembangan destinasi wisata di indonesia, khususnya di wilayah yang memiliki kekayaan budaya dan lingkungan seperti kabupaten aceh besar. gampong nusa memiliki potensi kearifan lokal berupa budaya, tradisi, kuliner, kerajinan tangan, serta warisan sejarah yang belum dikembangkan secara optimal. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis potensi kearifan lokal dalam mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di gampong nusa. metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan analisis deskriptif. hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal di gampong nusa berpotensi dikembangkan menjadi wisata budaya, kuliner, kerajinan, dan sejarah yang berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi masyarakat serta pelestarian budaya dan lingkungan. analisis swot menunjukkan bahwa kekuatan utama terletak pada keunikan budaya dan peran aktif masyarakat, sementara peluang didukung oleh tren pariwisata berbasis komunitas. adapun kelemahan dan ancaman meliputi keterbatasan infrastruktur serta risiko degradasi lingkungan jika tidak dikelola secara berkelanjutan. kata kunci : pariwisata berkelanjutan, kearifan lokal, gampong nusa



Abstract

Sustainable tourism is an important agenda in the development of tourist destinations in Indonesia, particularly in regions with rich cultural and environmental resources such as Aceh Besar Regency. Gampong Nusa has significant local wisdom potential, including cultural traditions, local cuisine, handicrafts, and historical heritage, which has not yet been optimally developed. This study aims to identify and analyze the potential of local wisdom in supporting sustainable tourism development in Gampong Nusa. A qualitative research approach was employed through field observations, interviews, and descriptive analysis. The results indicate that the local wisdom of Gampong Nusa can be developed into cultural, culinary, handicraft, and historical tourism, contributing to local economic improvement as well as the preservation of cultural values and the environment. The SWOT analysis shows that the main strengths lie in cultural uniqueness and active community participation, while opportunities are supported by the growing trend of community-based tourism. Meanwhile, the weaknesses and threats include limited infrastructure and the risk of environmental degradation if tourism development is not managed sustainably. Keywords: Sustainable Tourism, Local Wisdom, Gampong Nusa.



    SERVICES DESK