Banda aceh city, as an urban area prone to disasters, faces complex challenges in managing high-quality, equitable, and multifunctional green open spaces (gos). rapid urbanization, limited land availability, and unequal access to green areas have eroded the ecological and social functions of gos. yet, gos play a strategic role not only as an environmental buffer but also as a pillar for improving social well-being, enhancing the economic value of urban areas, and strengthening disaster mitigation capacity. this study aims to examine strategies for improving environmental quality through the optimization of socio-economic, biophysical, and disaster mitigation aspects in banda aceh city park, as well as to formulate relevant and sustainable management strategies. a mixed-methods approach was employed, combining quantitative analysis using structural equation modeling (sem) to measure the relationships among variables, and qualitative analysis using swot (strengths, weaknesses, opportunities, threats) techniques based on ifas and efas matrices. the results of the sem analysis show that disaster mitigation is the most dominant and significant factor on the quality of green open space (β = 0.906; p = 0.049), while socio-economic (β = 0.251; p = 0.684) and biophysical (β = -0.214; p = 0.769) aspects have no significant effect. strategic recommendations derived from the study include: (1) optimizing gos to reach 30% in accordance with national standards, (2) improving accessibility and multifunctionality of gos, and (3) fostering multi-stakeholder collaboration in management through technology and local wisdom. this study provides both scientific and practical contributions to inclusive, resilient, and sustainable urban development, particularly in disaster-prone areas such as banda aceh. future research may explore the integration of gos into green city approaches to enhance mitigation and climate change adaptation functions.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN MELALUI OPTIMALISASI ASPEK SOSIAL-EKONOMI, BIOFISIK DAN MITIGASI BENCANA DI TAMAN KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Pasca Sarjana,2026
Baca Juga : PENGARUH ASPEK SOSIAL DAN LINGKUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN DI KAWASAN PUSAT KOTA LAMA BANDA ACEH (SALSABILA NANGWA MAHARANI, 2025)
Abstract
Kota Banda Aceh, sebagai wilayah urban yang rawan bencana, menghadapi tantangan kompleks dalam pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berkualitas, merata, dan multi fungsional. Pesatnya urbanisasi, keterbatasan lahan, serta ketimpangan akses terhadap ruang hijau telah menggerus fungsi ekologis dan sosial RTH. Padahal, RTH memainkan peran strategis tidak hanya sebagai penyangga lingkungan, tetapi juga sebagai pilar peningkatan kesejahteraan sosial, nilai ekonomi kawasan, dan kapasitas mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi peningkatan kualitas lingkungan melalui optimalisasi aspek sosial-ekonomi, biofisik, dan mitigasi bencana di Taman Kota Banda Aceh, sekaligus merumuskan strategi pengelolaan yang relevan dan berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods), dengan analisis kuantitatif melalui Structural Equation Modeling (SEM) untuk mengukur pengaruh antar variabel, dan analisis kualitatif dengan teknik SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) berbasis matriks IFAS dan EFAS. Hasil analisis SEM menunjukkan bahwa mitigasi bencana menjadi faktor paling dominan dan signifikan terhadap kualitas RTH (β = 0,906; p = 0,049), sementara aspek sosial-ekonomi (β = 0,251; p = 0,684) dan biofisik (β = -0,214; p = 0,769) berpengaruh tidak signifikan. Temuan ini melahirkan rekomendasi strategis, antara lain: (1) optimalisasi RTH hingga mencapai 30% sesuai standar nasional, (2) peningkatan aksesibilitas dan fungsi multi fungsional RTH, serta (3) kolaborasi multipihak dalam pengelolaan berbasis teknologi dan kearifan lokal. Studi ini memberikan kontribusi ilmiah dan praktis bagi pembangunan perkotaan yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, khususnya di wilayah rawan bencana seperti Banda Aceh. Penelitian lanjutan dapat mengembangkan model integrasi RTH dengan pendekatan green city untuk memperkuat fungsi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Baca Juga : KAJIAN KARAKTERISTIK BIOFISIK LAHAN UNTUK MITIGASI BENCANA HIDROLOGIS DI SUB DAS KRUENG JREUE ACEH BESAR (Helmi, 2020)