Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Sella Intania Safitri, PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS RAWAN LONGSOR MENGGUNAKAN METODE RESISTIVITAS DI KECAMATAN KUTA MALAKA DAN SEKITARNYA, KABUPATEN ACEH BESAR, PROVINSI ACEH. Banda Aceh Fakultas Teknik,2026

Kecamatan kuta malaka, kabupaten aceh besar, provinsi aceh, merupakan wilayah dengan potensi kerawanan longsor yang cukup tinggi, terutama pada daerah lereng curam yang tersusun oleh batuan sedimen karbonat dan klastik serta dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi. kondisi litologi yang mudah terlapukkan, struktur geologi berupa kekar, serta morfologi perbukitan terjal menjadi faktor utama yang memicu terjadinya longsor di daerah ini. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi dan geomorfologi daerah penelitian serta menganalisis tingkat kerawanan longsor berdasarkan karakteristik bawah permukaan. metode yang digunakan meliputi pemetaan geologi permukaan, analisis geomorfologi berdasarkan klasifikasi van zuidam, serta pengukuran geolistrik metode resistivitas konfigurasi wenner–schlumberger. data resistivitas diolah menggunakan perangkat lunak res2dinv untuk memperoleh penampang resistivitas dua dimensi. hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian tersusun atas satuan geomorfologi denudasional, struktural, dan fluvial dengan kemiringan lereng landai hingga terjal. litologi penyusun daerah penelitian terdiri atas batugamping raba (formasi murl), batulanau dan batupasir meucampli, batuserpentinit komplek indrapuri, endapan pasir–kerakal (qpin), dan endapan aluvium (qh). struktur geologi yang berkembang didominasi oleh kekar dan sesar yang berperan sebagai bidang lemah. hasil pengukuran geolistrik metode resistivitas konfigurasi wenner–schlumberger menunjukkan adanya variasi nilai resistivitas bawah permukaan. nilai resistivitas rendah diinterpretasikan sebagai zona tanah lempungan atau batuan lapuk yang jenuh air, sedangkan nilai resistivitas tinggi diinterpretasikan sebagai batuan yang lebih kompak. interpretasi penampang resistivitas menunjukkan adanya zona resistivitas rendah hingga sedang yang merepresentasikan material terlapukkan, jenuh air, dan zona rekahan bawah permukaan yang berpotensi menjadi bidang gelincir. melihat kondisi geologi meliputi litologi penyusun, pelapukan, dan kemiringan lereng yang berkembang, daerah penelitian masuk ke dalam tingkat kerawanan longsor sedang - tinggi terkhususnya pada musim hujan. hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam upaya mitigasi bencana longsor dan perencanaan wilayah di daerah penelitian. kata kunci: longsor, pemetaan geologi, resistivitas, wenner-schlumberger



Abstract

Kuta Malaka Subdistrict, Aceh Besar Regency, Aceh Province, is an area with relatively high landslide susceptibility, particularly on steep slopes composed of carbonate and clastic sedimentary rocks and influenced by high rainfall intensity. Lithological conditions that are prone to weathering, geological structures in the form of joints, and steep hilly morphology are the main factors triggering landslides in this area. This study aims to determine the geological and geomorphological conditions of the study area and to analyze landslide susceptibility based on subsurface characteristics. The methods employed include surface geological mapping, geomorphological analysis based on the Van Zuidam classification, and geoelectrical resistivity measurements using the Wenner–Schlumberger configuration. Resistivity data were processed using Res2Dinv software to obtain two-dimensional resistivity sections. The results indicate that the study area consists of denudational, structural, and fluvial geomorphological units with gentle to steep slope gradients. The lithology comprises Raba Limestone (Murl Formation), Meucampli siltstone and sandstone, serpentinite of the Indrapuri Complex, sand–gravel deposits (Qpin), and alluvial deposits (Qh). The geological structures developed in the area are dominated by joints and fault that act as zones of weakness. Geoelectrical resistivity measurements using the Wenner–Schlumberger configuration reveal significant variations in subsurface resistivity values. Low resistivity values are interpreted as clay-rich soils or weathered, water-saturated rocks, while high resistivity values represent more compact and competent rock layers. Interpretation of the resistivity sections shows zones of low to moderate resistivity corresponding to weathered materials, water-saturated layers, and subsurface fracture zones that potentially act as slip surfaces. Based on the geological conditions, including lithology, degree of weathering, and slope inclination, the study area is classified as having a moderate to high level of landslide susceptibility, particularly during the rainy season. The results of this study are expected to provide a scientific basis for landslide disaster mitigation efforts and regional planning in the study area. Keywords: landslide, geological mapping, geomorphology, resistivity, Wenner–Schlumberger



    SERVICES DESK