Banjir berulang merupakan permasalahan utama pada daerah aliran sungai (das) krueng keureuto, aceh utara, yang menimbulkan genangan luas dan kerugian ekonom. salah satu upaya mitigasi yang telah dilakukan adalah dibangun kolam retensi oxbow, yaitu badan air hasil pemotongan alur sungai bermeander yang berfungsi menampung debit berlebih saat banjir namun, analisis aliran pada bagian inlet kolam retensi masih terbatas akibat minimnya data debit terukur dan belum tersedianya pengukuran hidrometri secara langsung di lokasi tersebut. hubungan antara tinggi muka air (tma) dan debit aliran (rating curve) merupakan parameter penting dalam perencanaan dan evaluasi kinerja bangunan pengendali banjir, sehingga penelitian ini bertujuan untuk memodelkan rating curve aliran pada inlet kolam retensi oxbow krueng keureuto. data tma diperoleh dari awlr serba jaman sebagai acuan di hulu, sementara debit harian sub-das pirak, kree, dan peuto dimodelkan menggunakan hec-hms berdasarkan data curah hujan harian dan digunakan sebagai aliran masuk (local inflow). hasil penelitian diperoleh debit banjir maksimum di inlet kolam retensi oxbow q = 832,84 m³/s. pemodelan rating curve menggunakan metode vpms diperoleh persamaan q=0,2015h^0,4579. hubungan tma-debit mengikuti fungsi berpangkat (power function) dengan koefisien determinasi sebesar r² = 0,9867. nilai tersebut menunjukkan tingkat kesesuaian model yang sangat baik. rating curve yang dihasilkan dapat digunakan untuk memperkirakan debit masuk ke kolam retensi serta mendukung perencanaan teknis dan evaluasi pengendalian banjir di das krueng keureuto, aceh utara.banjir berulang merupakan permasalahan utama pada daerah aliran sungai (das) krueng keureuto, aceh utara, yang menimbulkan genangan luas dan kerugian ekonom. salah satu upaya mitigasi yang telah dilakukan adalah dibangun kolam retensi oxbow, yaitu badan air hasil pemotongan alur sungai bermeander yang berfungsi menampung debit berlebih saat banjir namun, analisis aliran pada bagian inlet kolam retensi masih terbatas akibat minimnya data debit terukur dan belum tersedianya pengukuran hidrometri secara langsung di lokasi tersebut. hubungan antara tinggi muka air (tma) dan debit aliran (rating curve) merupakan parameter penting dalam perencanaan dan evaluasi kinerja bangunan pengendali banjir, sehingga penelitian ini bertujuan untuk memodelkan rating curve aliran pada inlet kolam retensi oxbow krueng keureuto. data tma diperoleh dari awlr serba jaman sebagai acuan di hulu, sementara debit harian sub-das pirak, kree, dan peuto dimodelkan menggunakan hec-hms berdasarkan data curah hujan harian dan digunakan sebagai aliran masuk (local inflow). hasil penelitian diperoleh debit banjir maksimum di inlet kolam retensi oxbow q = 832,84 m³/s. pemodelan rating curve menggunakan metode vpms diperoleh persamaan q=0,2015h^0,4579. hubungan tma-debit mengikuti fungsi berpangkat (power function) dengan koefisien determinasi sebesar r² = 0,9867. nilai tersebut menunjukkan tingkat kesesuaian model yang sangat baik. rating curve yang dihasilkan dapat digunakan untuk memperkirakan debit masuk ke kolam retensi serta mendukung perencanaan teknis dan evaluasi pengendalian banjir di das krueng keureuto, aceh utara. kata kunci: rating curve, vpms, kolam retensi oxbow, pengendalian banjir kata kunci: rating curve, vpms, kolam retensi oxbow, pengendalian banjir
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PEMODELAN RATING CURVE ALIRAN PADA BAGIAN INLET KOLAM RETENSI OXBOW DI KRUENG KEUREUTO ACEH UTARA. Banda Aceh Fakultas Teknik,2026
Baca Juga : ANALISIS FLOOD ROUTING PEMANFAATAN KOLAM OXBOW PADA DAS KRUENG TAMIANG (Muhammad Reza Saida, 2025)
Abstract
Recurrent flooding is a major problem in the Krueng Keureuto Watershed, North Aceh, causing extensive inundation and economic losses. One mitigation measure that has been implemented is the construction of an oxbow retention pond, which is formed by cutting off a meandering river channel and functions to store excess discharge during flood events. However, flow analysis at the inlet of the retention pond remains limited due to the lack of measured discharge data and the absence of direct hydrometric measurements at the site. The relationship between water level (stage) and discharge, known as the rating curve, is an important parameter for the planning and performance evaluation of flood control structures. Therefore, this study aims to model the flow rating curve at the inlet of the Krueng Keureuto oxbow retention pond. Water level data were obtained from the Serba Jaman AWLR station as an upstream reference, while daily discharges from the Pirak, Kree, and Peuto sub-watersheds were simulated using HEC-HMS based on daily rainfall data and applied as local inflow.The results indicate that the maximum flood discharge at the inlet of the oxbow retention pond is 832,84 m³/s. Rating curve modeling using the VPMS method produced the equation Q=0,2015H^0,4579. The stage–discharge relationship follows a power function with a coefficient of determination of R² = 0.9867, indicating an excellent level of model agreement. The resulting rating curve can be reliably used to estimate inflow discharge to the retention pond and to support technical planning and flood control evaluation in the Krueng Keureuto Watershed, North Aceh. Kata kunci: rating curve, VPMS, oxbow retention pool, flood control
Baca Juga : ANALISIS PEMODELAN BANGUNAN PENGENDALI BANJIR DAERAH ALIRAN SUNGAI PEUSANGAN PROVINSI ACEH (Ghina Rahmatika Asril, 2025)