Indonesia terkenal akan kekayaan alamnya termasuk pariwisata, khususnya di kota banda aceh. pariwisata di kota banda aceh memiliki potensi kuat untuk berkembang sehingga meningkatkan pendapatan daerah dan mensejahterahkan masyarakat. namun pengelolaan pariwisata kawasan wisata pesisir, khususnya pantai ulee lheue belum dilakukan secara optimal. tujuan penelitian ini adalah menganalisis penerapan prinsip environmental social governance (esg) dalam pengelolaan pariwisata pesisir berkelanjutan di pantai ulee lheue dan mengidentifikasi tantangan dan dampak dari implementasi prinsip environmental social governance (esg) terhadap lingkungan dan masyarakat di pantai ulee lheue. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis teori implementasi kebijakan oleh edward iii yang memiliki empat indikator, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. selanjutnya analisis ini dikaitkan dengan pendekatan environmental social governance (esg). teknik analisis data melalui tiga tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, dan representasi data. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan pariwisata di pantai ulee lheue masih belum optimal sesuai dengan analisis implementasi kebijakan dan belum melakukan pendekatan esg. pemerintah masih mengalami kendala terkait anggaran yang tidak dapat memenuhi sumber daya yang dibutuhkan, partisipasi masyarakat yang rendah terhadap kepedulian lingkungan, dan kurangnya pengawasan dan evaluasi terhadap kebijakan yang dilaksanakan. diperlukan kebijakan berbasis esg, peningkatan pengawasan dan evaluasi terhadap kebijakan yang dibuat, dan pelibatan masyarakat untuk perencanaan pengelolaan pariwisata secara berkelanjutan dan menyeluruh. penelitian ini memberikan harapan agar dinas pariwisata dan instansi terkait dapat memperkuat komitmen dalam menerapkan pendekatan esg secara lebih komprehensif. penelitian ini juga menyarankan peningkatan koordinasi antarinstansi, pengawasan kebijakan yang lebih konsisten, serta pelibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan pantai agar pengelolaan pariwisata pesisir di pantai ulee lheue menjadi lebih berkelanjutan dan berdampak positif bagi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat. kata kunci : implementasi kebijakan, pengelolaan pariwisata, esg, banda aceh
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN PARIWISATA PESISIR BERKELANJUTAN DALAM PENDEKATAN ENVIRONMENTAL SOCIAL GOVERNANCE RNDI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala,2026
Baca Juga : PENGARUH ENVIRONMENTAL, SOCIAL, GOVERNANCE (ESG) DAN SUSTAINABLE STRATEGY TERHADAP CORPORATE REPUTATION DENGAN KOMITE KEBERLANJUTAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI (AZ ZAHRA ZULAIKHA, 2024)
Abstract
Indonesia is renowned for its natural resources, including tourism, particularly in Banda Aceh. Tourism in Banda Aceh has strong potential for growth, thereby increasing regional income and improving community welfare. However, tourism management in coastal areas, particularly Ulee Lheue Beach, has not been optimally implemented. The purpose of this study is to analyze t he application of Environmental Social Governance (ESG) principles in the management of sustainable coastal tourism at Ulee Lheue Beach and to identify the challenges and impacts of implementing Environmental Social Governance (ESG) principles on the environment and community at Ulee Lheue Beach. This study uses a qualitative method with an analysis of Edward III's policy implementation theory, which has four indicators: communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. This analysis is then linked to the Environmental Social Governance (ESG) approach. The data analysis technique involves three stages: data collection, data reduction, and data representation. The results of this study indicate that tourism management at Ulee Lheue Beach is still not optimal according to the policy implementation analysis and has not yet implemented an ESG approach. The government continues to face challenges related to insufficient budget allocations, low public participation in environmental awareness, and inadequate oversight and evaluation of implemented policies. ESG-based policies, increased oversight and evaluation of policies, and community involvement are needed for sustainable and comprehensive tourism management planning. This research expresses the hope that the Department of Tourism and related agencies will strengthen their commitment to implementing ESG-based policies more comprehensively. The study also recommends enhancing cross-sectoral coordination, ensuring more consistent policy supervision, and encouraging active community involvement in maintaining coastal cleanliness so that the management of coastal tourism in Ulee Lheue Beach becomes more sustainable and generates long-term benefits for both the environment and the local community. Keywords: Policy Implementation, Tourism Management, ESG, Banda Aceh