Daerah aliran sungai (das) krueng pasee di kabupaten aceh utara mengalami degradasi akibat perubahan penggunaan lahan yang berdampak pada peningkatan debit puncak dan risiko banjir. penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik hidrologi das krueng pasee, dampak perubahan penggunaan lahan terhadap debit puncak dan risiko banjir, serta arahan strategi pengelolaan sumber daya air berdasarkan analisis debit dan skenario penggunaan lahan historis dan proteksi lingkungan. metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksploratif dengan data sekunder meliputi curah hujan harian, peta penggunaan lahan dari citra landsat 8 tahun 2013, 2018, dan 2023, peta jenis tanah, dan data digital elevation model (dem). estimasi limpasan menggunakan metode soil conservation service curve number (scs-cn). hasil penelitian menunjukkan das krueng pasee memiliki luas 43.240,12 ha dengan pola aliran dendritik dan iklim monsun bimodal dengan variabilitas curah hujan 1.136,57-2.487,78 mm/tahun. perubahan penggunaan lahan dari tahun 2013 ke 2023 menunjukkan penurunan penggunaan hutan dari 43,01% menjadi 22,90% dan peningkatan perkebunan dari 38,20% menjadi 58,49%, menyebabkan peningkatan nilai cn dari 72,00 menjadi 73,72 dan kenaikan debit puncak dari 15.216,20 m³/s menjadi 18.833,60 m³/s atau meningkat 23,77% skenario keberlanjutan menargetkan limpasan
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
SKENARIO PENGGUNAAN LAHAN UNTUK PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI KRUENG PASEE ACEH UTARA. Banda Aceh Fakultas Pasca Sarjana,2026
Baca Juga : EVALUASI KONDISI SOSIAL DALAM PENGELOLAAN DAS KRUENG SAMA DUA KABUPATEN ACEH SELATAN (Ikhwalil Muhtadin, 2020)
Abstract
The Krueng Pasee Watershed in North Aceh Regency has experienced degradation due to land cover changes, resulting in increased peak discharge and flood risk. This study aims to determine the hydrological characteristics of the Krueng Pasee Watershed, assess the impacts of land use changes on peak discharge and flood risk, and formulate strategic directions for water resource management based on discharge analysis and land use scenarios including historical and environmental protection approaches. The research employs a quantitative exploratory approach utilizing secondary data including daily rainfall, land use maps from Landsat 8 imagery for the years 2013, 2018, and 2023, soil type maps, and Digital Elevation Model (DEM) data. Runoff estimation uses the Soil Conservation Service Curve Number (SCS-CN) method. Results indicate that the Krueng Pasee Watershed covers 43,240.12 ha with a dendritic drainage pattern and bimodal monsoon climate with rainfall variability of 1,136.57-2,487.78 mm/year. Land use transformation from 2013 to 2023 shows forest cover decline from 43.01% to 22.90% and plantation expansion from 38.20% to 58.49%, causing CN value increase from 72.00 to 73.72 and peak discharge rise from 15,216.20 m³/s to 18,833.60 m³/s, representing a 23,77% increase. The sustainability scenario targets runoff of
Baca Juga : APLIKASI MODEL HIDROLOGI JAMS UNTUK PREDIKSI BANJIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KRUENG KEUREUTO (T. Rykard Yudha Pratama, 2024)