Formasi granit samadua di kecamatan sawang, kabupaten aceh selatan, provinsi aceh merupakan daerah yang belum banyak diteliti secara geologi, kurangnya data mengenai petrogenesa batuan beku pada formasi granit samadua menjadikan wilayah ini penting untuk diteliti. penelitian ini dengan luas sekitar ±24 km². daerah ini secara geologi terdiri atas beberapa formasi yaitu: formasi gunungapi tapaktuan (muvt), formasi gunungapi tapaktuan anggota batugamping (mult), formasi granit samadua (tmis), dan endapan aluvium (qh). penelitian ini bertujuan untuk memahami kondisi geologi, kondisi geomorfologi, serta mengetahui petrogenesa batuan beku pada formasi granit samadua (tmis), hasil geokimia meliputi jenis magma, seri magma dan tatanan tektonik. metode yang digunakan meliputi pemetaan geologi skala 1:25.000, observasi lapangan pada 63 titik singkapan, serta analisis laboratorium menggunakan petrografi, x-ray flourencence (xrf), dan inductively coupled plasma mass spectrometry (icp-ms). secara geomorfologi, wilayah ini terdiri satuan denudasional dengan bentuk lahan dataran (d5) dan bentuk lahan pegunungan dan perbukitan (d3), satuan struktural dengan bentuk lahan perbukitan (s1), lalu satuan karst dengan bentuk lahan perbukitan dan lereng (k3), satuan marine dengan bentuk lahan pantai (m3), dan satuan fluvial dengan bentuk lahan tubuh sungai (f1), dan bentuk lahan dataran banjir (f3), dengan pola aliran sentrifugal untuk k3, pola aliran paralel untuk d3 dan s1. hasil analisis litologi menunjukkan terdapat enam satuan batuan, yaitu: satuan basal (muvtb), satuan andesit (muvta), satuan batulumpur (muvtm), satuan batugamping (mult), satuan granit (tmis), dan satuan endapan lumpur (qh). hubungan stratigrafi antara muvt, tmis, dan qh tidak selaras, mengindikasikan aktivitas vulkanisme dan sedimentasi. struktur geologi berupa kekar dengan arah dominan barat laut–tenggara (nw-se) dan struktur batuan beku dalam berupa sill. analisa petrogenesa menunjukkan bahwa sampel batuan granit a 35, a 44 dan a 455 dikategorikan sebagai batuan granit yang pembentukannya berkaitan dengan calc-alkaline dan hfcag (high-fractionated calc-alkaline granite), dan berada pada lingkungan tektonik volcanic arc yang dimana pembentukannya terjadi pada proses subduksi. lalu, tectonic setting menunjukkan bahwa batuan granit pada lokasi penelitian adalah granite type i yang dimana pembentukannya berada pada continental arc yang berasal dari peleburan kerak.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PEMETAAN GEOLOGI DAN PETROGENESA INTRUSI GRANIT SAMADUA DI KECAMATAN SAWANG DAN SEKITARNYA, KABUPATEN ACEH SELATAN, PROVINSI ACEH. Banda Aceh Fakultas Teknik,2026
Baca Juga : ANALISIS NILAI EDUKATIF DALAM CERITA RAKYAT DI KECAMATAN SAMADUA KABUPATEN ACEH SELATAN (Sefsri Dahmia Sari, 2016)
Abstract
The Samadua Granite Formation, located in Sawang District, South Aceh Regency, Aceh Province, remains a geologically under-researched area; therefore, the lack of data regarding the petrogenesis of its igneous rocks makes this region a crucial subject for study. Covering an area of approximately ±24 km², the local geology comprises the Tapaktuan Volcanic Formation (Muvt), the Limestone Member of the Tapaktuan Volcanic Formation (Mult), the Samadua Granite Formation (TMis), and Alluvium Deposits (Qh). This research aims to understand the geological and geomorphological conditions, as well as to determine the petrogenesis of the igneous rocks within the Samadua Granite Formation (TMis), with geochemical results covering magma type, magma series, and tectonic setting. The methodology involves geological mapping at a 1:25,000 scale, field observations at 63 outcrop points, and laboratory analyses using Petrography, X-Ray Fluorescence (XRF), and Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry (ICP-MS). Geomorphologically, the area consists of Denudational Units featuring plains (D5) and mountainous/hilly terrains (D3), Structural Units with hilly landforms (S1), Karst Units with hilly and slope landforms (K3), Marine Units with beach landforms (M3), and Fluvial Units consisting of river bodies (F1) and floodplains (F3), displaying centrifugal drainage patterns for K3 and parallel patterns for D3 and S1. Lithological analysis reveals six rock units: Basalt (Muvtb), Andesite (Muvta), Mudstone (Muvtm), Limestone (Mult), Granite (TMis), and Mud Deposits (Qh). The stratigraphic relationships between Muvt, TMis, and Qh are unconformable, indicating distinct volcanic and sedimentation activities, while the geological structures consist of joints with a dominant Northwest-Southeast (NW-SE) orientation and intrusive igneous structures in the form of sills. Petrogenetic analysis indicates that granite samples A 35, A 44, and A 455 are categorized as High-Fractionated Calc-Alkaline Granite (HFCAG) formed within a volcanic arc tectonic environment related to subduction processes. Furthermore, the tectonic setting identifies the granite in the study area as I-Type Granite, originating from crustal melting within a Continental Arc.
Baca Juga : PEMANFAATAN DANA DESA DALAM PENGEMBANGAN BUMG DI KECAMATAN SAWANG KABUPATEN ACEH SELATAN (Herlisma, 2018)