Kebebasan berekspresi dalam ranah digital membuat komentar negatif mudah dijumpai di dunia maya, salah satunya penggunaan istilah aura maghrib pada akun tiktok fujiiian. komentar tersebut dikategorikan sebagai bentuk ujaran kebencian. terdapat kecenderungan untuk tidak menganggap ujaran kebencian sebagai hal negatif bagi orang-orang yang melihatnya secara berulang. di sisi lain, aura maghrib juga menjadi bentuk penyalahan berbahasa dan etika dalam berkomunikasi di dunia maya. oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi terhadap komentar aura maghrib pada akun tiktok fujiiian dengan menggunakan teori perbedaan individu dan metode penelitian kualitatif disertai pendekatan fenomenologi pada akun tiktok fujiiian. informan penelitian berjumlah sebanyak enam orang remaja akhir 18-22 tahun yang dibagi ke dalam tiga kelompok berbeda yang dipilih melalui teknik purposive sampling. teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur. hasil penelitian menunjukkan tiap informan dengan informan lain dalam kelompok yang sama cenderung memiliki persepsi yang sama mengenai komentar aura maghrib pada akun tiktok fujiiian. dimana kelompok 1 menganggap komentar aura maghrib pada akun tiktok fujiiian dalam konteks negatif dan tidak menormalisasikannya mengingat kata maghrib yang termuat di dalamnya. kelompok 2 menganggap komentar aura maghrib pada akun tiktok fujiiian dalam konteks negatif. kelompok 3 tidak memandang komentar aura maghrib pada akun tiktok fujiiian dalam konteks negatif seperti dua kelompok yang lain. kata kunci: persepsi, aura maghrib, tiktok
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERSEPSI REMAJA TERHADAP KOMENTAR “AURA MAGHRIB” PADA AKUN TIKTOK FUJIIIAN. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala,2026
Baca Juga : PENGGUNAAN TIKTOK SEBAGAI MEDIA KAMPANYE ISU KEBERSIHAN LINGKUNGAN (STUDI NETNOGRAFI PADA AKUN TIKTOK @PANDAWARAGROUP) (Juliyana Ananda Fahlin, 2024)
Abstract
Freedom of expression in the digital realm makes negative comments easy to find in cyberspace, one example being the use of the term aura maghrib on Fujiiian's TikTok account. These comments are categorized as hate speech. There is a tendency not to consider hate speech as something negative for people who see it repeatedly. On the other hand, aura maghrib is also a form of language abuse and unethical communication in the virtual world. Therefore, this study aims to determine the perception of the aura maghrib comment on Fujiiian's TikTok account using the theory of individual differences and qualitative research methods accompanied by a phenomenological approach on Fujiiian's TikTok account. There were six informants aged 18-22 years old who were divided into three different groups selected through purposive sampling. The data collection technique used semi-structured interviews. The results showed that each informant with other informants in the same group tended to have the same perception of the aura maghrib comment on Fujiiian's TikTok account. Group 1 considered the aura maghrib comment on Fujiiian's TikTok account to be negative and did not normalize it, considering the word maghrib contained in it. Group 2 considered the aura maghrib comment on Fujiiian's TikTok account in a negative context. Group 3 did not view the aura maghrib comment on Fujiiian's TikTok account in a negative context like the other two groups. Keywords: Perception, Aura Maghrib, TikTok
Baca Juga : PENGARUH PERSEPSI KEMUDAHAN PENGGUNAAN DAN PERSEPSI RISIKO TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA KONSUMEN TIKTOK SHOP DI BANDA ACEH DENGAN KEPERCAYAAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (ATIKA MARDHIYAH SIMAMORA, 2023)