Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
NADIA OKTARIANI, STRATEGI PEMERINTAH KOTA SABANG DALAM PENGELOLAAN ASET BANGUNAN TERBENGKALAI. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala,2026

Bangunan milik pemerintah kota sabang yang terbengkalai masih menjadi persoalan penting karena banyak aset yang dibangun menggunakan anggaran daerah namun belum dimanfaatkan secara maksimal. beberapa bangunan seperti rumah eks kombatan, hotel sabang, gedung beku nelayan, serta bangunan sabang hill menunjukkan kondisi rusak, tidak terawat, dan belum memiliki fungsi yang jelas. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pemerintah kota sabang dalam mengelola aset bangunan terbengkalai serta apa saja kendala yang ditemui. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. penelitian ini menggunakan teori strategis aset menurut hastings (dalam yunita & devitra, 2017), yang mencakup tahapan menentukan kebutuhan aset, mengevaluasi aset yang sudah ada, menyesuaikan aset dengan pelayanan, menyusun strategi pengelolaan aset, dan pendanaan. hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemerintah dalam pengelolaan aset bangunan terbengkalai kota sabang belum optimal. dikarenakan pendataan dan penilaian kondisi fisik bangunan memang dilakukan, namun proses ini belum diikuti langkah penanganan yang jelas. beberapa bangunan dinilai masih layak dimanfaatkan, sedangkan lainnya membutuhkan penanganan khusus, tetapi tindak lanjut pemanfaatannya belum ditetapkan secara pasti. kendala utama tidak ada keputusan yang jelas mengenai arah penggunaan aset, sehingga bangunan tetap mangrak dan tidak memberikan manfaat bagi masyarakat. pemerintah juga berupaya menyesuaikan kembali peran bangunan dengan kebutuhan pelayanan publik, misalnya mengarahkan beberapa aset untuk kegiatan ekonomi, atau fasilitas umum. pemerintah kota sabang mulai menyusun kebijakan pemanfaatan kembali aset, termasuk membuka kerja sama dengan pihak swasta untuk mempercepat pemanfaatan bangunan yang memiliki potensi ekonomi. proses pengelolaan aset masih terkendala oleh keterbatasan anggaran, kurangnya informasi dan sosialiasi pemerintah, penurunan aktivitas ekonomi. kendala ini menjadi sejumlah bangunan belum dapat diaktifkan sebagaimana mestinya. berdasarkan temuan penelitian pemerintah disarankan memperkuat proses evaluasi aset, meningkatkan koordinasi lintas sektor, serta memperluas peluang kolaborasi dengan swasta dan masyarakat agar pemanfaatan aset daerah dapat berjalan optimal. kata kunci: strategi, pengelolaan aset, bangunan terbengkalai, kota sabang.



Abstract

Abandoned buildings belonging to the Sabang City Government remain a significant issue because many assets were built using regional funds but have not been utilized optimally. Several buildings, such as the Ex-Combatant House, the Sabang Hotel, the Beku Nelayan Building, and the Sabang Hill building, are in disrepair, poorly maintained, and lack a clear function. This study aims to determine the Sabang City Government's strategy in managing abandoned building assets and the obstacles encountered. This study uses a qualitative method with a descriptive approach, through observation, interviews, and documentation techniques. This study utilizes Hastings' Strategic Asset theory (in Yunita & Devitra, 2017), which includes the stages of determining asset needs, evaluating existing assets, aligning assets with services, developing asset management strategies, and funding. The results of the study indicate that the government's strategy in managing abandoned building assets in Sabang City is not optimal. This is because data collection and assessment of the physical condition of buildings are carried out, but this process has not been followed by clear management steps. Some buildings are considered still suitable for use, while others require special handling, but the follow-up to their utilization has not been determined with certainty. The main problem is the lack of a clear decision regarding the direction of asset use, resulting in buildings remaining abandoned and providing no benefit to the community. The government is also attempting to realign building functions with public service needs, for example, redirecting some assets to economic activities or public facilities. The Sabang City Government has begun formulating an asset reuse policy, including opening up collaboration with the private sector to accelerate the utilization of buildings with economic potential. The asset management process remains hampered by budget constraints, a lack of government information and outreach, and a decline in economic activity. These obstacles mean that a number of buildings have not been properly activated. Based on research findings, the government is advised to strengthen the asset evaluation process, improve cross-sector coordination, and expand collaboration opportunities with the private sector and the community to ensure optimal utilization of regional assets. Keywords: Strategy, Asset Management, Abandoned Buildings, Sabang City



    SERVICES DESK