Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
MARMAS, ANALISIS KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP PENDAPATAN SUPIR LABI-LABI PASCA PENGOPERASIAN RNTRANS KUTARAJA DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala,2026

Kota banda aceh setelah adanya kebijakan pengoperasian trans kutaraja sebagai transportasi umum berbasis bus rapid transit (brt). kebijakan pengoperasian trans kutaraja dinilai memberikan dampak ekonomi menurun yang signifikan terhadap mata pencaharian supir labi-labi, yang sebelumnya menjadi salah satu transportasi utama masyarakat kota. tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sejauh mana kebijakan pemerintah dalam pengoperasian trans kutaraja mempengaruhi pendapatan supir labi-labi, serta untuk mengetahui upaya dan solusi yang dilakukan pemerintah dalam menanggulangi dampak tersebut. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pihak uptd trans kutaraja, dinas perhubung an, serta para supir labi-labi. teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kebijakan publik menurut dunn (2003), yang menekankan pada analisis proses kebijakan mulai dari perumusan, implementasi, hingga evaluasi dampak kebijakan terhadap masyarakat.hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengoperasian trans kutaraja belum sepenuhnya memperhatikan aspek sosial ekonomi supir labi-labi. pendapatan mereka mengalami penurunan signifikan akibat berkurangnya jumlah penumpang. sosialisasi dan komunikasi kebijakan juga dinilai masih kurang efektif, sehingga banyak supir yang tidak mendapatkan informasi dan peluang alternatif ekonomi.saran dari penelitian ini adalah agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan transportasi publik dengan mempertimbangkan kesejahteraan pihak terdampak, seperti supir labi-labi, melalui pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha, atau integrasi mereka ke dalam sistem transportasi baru. kata kunci: kebijakan pemerintah, pendapatan, supir labi-labi, trans kutaraja, transportasi publik, kota banda aceh.



Abstract

Banda Aceh City after the implementation of the Trans Kutaraja operating policy as a Bus Rapid Transit (BRT)-based public transportation. The Trans Kutaraja operating policy is considered to have a significant economic impact on the livelihoods of labi-labi drivers, which were previously one of the main modes of transportation for city residents. The purpose of this study is to analyze the extent to which government policies in the operation of Trans Kutaraja affect the income of labi-labi drivers, as well as to determine the efforts and solutions taken by the government to mitigate these impacts. This study uses a qualitative method with a descriptive analytical approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation with the UPTD Trans Kutaraja, the Transportation Agency, and labi-labi drivers. The theory used in this study is public policy theory according to Dunn (2003), which emphasizes the analysis of the policy process starting from the formulation, implementation, to evaluation of the policy's impact on the community. The results of the study indicate that the Trans Kutaraja operating policy has not fully considered the socio-economic aspects of labi-labi drivers. Their income has decreased significantly due to the reduction in the number of passengers. The socialization and communication of policies are also considered to be less effective, so that many drivers do not get information and alternative economic opportunities. The suggestion from this study is for the government to conduct a comprehensive evaluation of public transportation policies by considering the welfare of affected parties, such as labi-labi drivers, through skills training, business capital assistance, or their integration into the new transportation system. Keywords: Government Policy, Income, Labi-Labi Drivers, Trans Kutaraja, Public Transportation, Banda Aceh.



    SERVICES DESK