Imam wahyudi. 2205004010004. perbandingan akurasi pendugaan bobot badan sapi aceh menggunakan rumus lambourne, school, winter, dan arjodarmoko di balai pembibitan ternak unggul dan hijauan pakan ternak (bptu-hpt) indrapuri. di bawah bimbingan dr. elmy mariana s.pt., m.si sebagai pembimbing utama. ringkasan sapi aceh merupakan salah satu sapi lokal indonesia yang memiliki nilai strategis sebagai sumber daya genetik nasional dan perlu dilestarikan serta dikembangkan. salah satu aspek penting dalam manajemen pemeliharaan sapi aceh adalah penentuan bobot badan, yang berperan dalam evaluasi pertumbuhan, penentuan dosis obat, pemberian pakan, dan penetapan harga jual. namun, penimbangan bobot badan secara langsung sering mengalami kendala di lapangan karena keterbatasan alat dan biaya. oleh karena itu, pendugaan bobot badan menggunakan rumus berdasarkan ukuran tubuh menjadi alternatif yang praktis. penelitian ini bertujuan untuk membandingkan akurasi pendugaan bobot badan sapi aceh menggunakan rumus lambourne, schoorl, winter, dan arjodarmoko, serta menentukan rumus yang paling akurat untuk digunakan pada sapi aceh jantan dan betina. penelitian dilaksanakan di balai pembibitan ternak unggul dan hijauan pakan ternak (bptu-hpt) indrapuri, aceh, dengan menggunakan sapi aceh jantan dan betina berumur 6–36 bulan sebagai objek penelitian. data yang dikumpulkan meliputi bobot badan aktual hasil penimbangan serta ukuran tubuh ternak, yaitu lingkar dada dan panjang badan. data ukuran tubuh tersebut kemudian digunakan untuk menghitung bobot badan dugaan dengan rumus lambourne, schoorl, winter, dan arjodarmoko. analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menghitung nilai rata-rata, standar deviasi, koefisien keragaman, serta persentase penyimpangan antara estimasi bobot badan dan bobot badan aktual. hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat akurasi antar rumus pendugaan bobot badan. rumus lambourne memberikan hasil pendugaan bobot badan yang paling mendekati bobot badan aktual pada sapi aceh, baik jantan maupun betina, dibandingkan dengan rumus schoorl, winter, dan arjodarmoko. persentase penyimpangan bobot badan menggunakan rumus lambourne masih berada pada kisaran yang relatif lebih kecil dibandingkan rumus lainnya, meskipun sebagian nilai penyimpangan masih berada di atas batas ideal yang direkomendasikan. berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rumus lambourne merupakan rumus yang paling mendekati bobot aktual dan paling direkomendasikan untuk pendugaan bobot badan sapi aceh. rumus ini dapat digunakan sebagai alternatif praktis bagi peternak dan praktisi peternakan dalam memperkirakan bobot badan sapi aceh.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PERBANDINGAN AKURASI PENDUGAAN BOBOT BADAN SAPI ACEH MENGGUNAKAN RUMUS LAMBOURNE, SCHROOL, WINTER DAN ARJODARMOKO DI BALAI PEMBIBITAN TERNAK UNGGUL DAN HIJAUAN PAKAN TERNAK (BPTU-HPT) INDRAPURI. Banda Aceh Fakultas Pertanian (D3),2026
Baca Juga : ANALISIS INCOME OVER FEED COST PENGGEMUKAN SAPI ACEH JANTAN DENGAN LEVEL PEMBERIAN PAKAN KONSENTRAT KOMERSIAL ( BIG GENY ) DI BPTU-HPT INDRAPURI (Agus Safiatullah, 2019)
Abstract
IMAM WAHYUDI. 2205004010004. Comparison of the accuracy of estimating the body weight of aceh cattle using the Lambourne, Schrool, winter and Arjodarmoko formulas at the superior livestock and animal feed center (BPTU-HPT) Indapuri. SUMMARY Aceh cattle are one of Indonesia’s local cattle breeds that have strategic value as national genetic resources and therefore need to be conserved and developed. One of the important aspects of Aceh cattle management is the determination of body weight, which plays a role in growth evaluation, determination of drug dosage, feed allocation, and market price assessment. However, direct weighing of body weight often faces constraints in the field due to limited equipment and high costs. Therefore, body weight estimation using formulas based on body measurements serves as a practical alternative. This study aimed to compare the accuracy of Aceh cattle body weight estimation using the Lambourne, Schoorl, Winter, and Arjodarmoko formulas, and to determine the most accurate formula for use in male and female Aceh cattle. The study was conducted at the Center for Superior Livestock Breeding and Forage (BPTU-HPT) Indrapuri, Aceh, using male and female Aceh cattle aged 6–36 months as the research subjects. The data collected included actual body weight obtained from weighing and body measurements of the cattle, namely chest girth and body length. These body measurement data were then used to calculate estimated body weight using the Lambourne, Schoorl, Winter, and Arjodarmoko formulas. Data analysis was conducted descriptively by calculating the mean, standard deviation, coefficient of variation, and the percentage deviation between estimated body weight and actual body weight. The results showed that there were differences in the level of accuracy among the body weight estimation formulas. The Lambourne formula produced estimated body weights that were closest to the actual body weights of Aceh cattle, for both males and females, compared to the Schoorl, Winter, and Arjodarmoko formulas. The percentage deviation of body weight estimated using the Lambourne formula was relatively lower than that of the other formulas, although some deviation values were still above the recommended ideal threshold. Based on the results of the study, it can be concluded that the Lambourne formula is the closest to the actual body weight and is the most recommended for estimating the body weight of Aceh cattle. This formula can be used as a practical alternative for farmers and livestock practitioners to estimate the body weight of Aceh cattle.
Baca Juga : PROFIL DARAH SAPI ACEH BETINA BERTANDUK DAN NIRTANDUK (KUPUNG) (SITI AISYAH, 2018)