Penelitian ini menyajikan kajian komprehensif tentang keanekaragaman hayati, kebiasaan makan ikan, serta struktur trofik danau aneuk laot sebagai dasar penyusunan model pengelolaan berbasis ekologi berkelanjutan. kajian struktur jejaring makanan danau merupakan upaya untuk memahami bagaimana energi dan nutrien mengalir dalam ekosistem danau, serta bagaimana organisme organisme dalam ekosistem tersebut terkait satu sama lainnya. dinamika struktur jaring makanan dan fungsi ekosistem sangat penting dalam mengevaluasi perkembangan ekosistem di danau aneuk laot yang mengalami berbagai tekanan antropogenik. danau aneuk laot kota sabang merupakan danau tipe kecil yang memiliki peran besar bagi masyarakat kota sabang, salah satunya sebagai sumber air minum. namun saat ini kondisi lingkungan danau aneuk laot telah mengalami penurunan, ini didasarkan pada tekanan terhadap habitat danau yang disebabkan aktivitas tinggi di kawasan sempadan danau. kajian jejaring makanan (struktur trofik) dengan model ecopath belum pernah dilaporkan pada danau di indonesia. model ecopath menganalisis secara komprehensif dengan melibatkan analisis biomassa setiap tingkatan trofik, produktivitas, keberagaman spesies, dan interaksi antarorganisme. model ecopath memperlihatkan interaksi antara organisme sebagai bagian dari transfer energi yang teratur dalam rantai makanan sehingga dapat memprediksi dampak perubahan lingkungan atau aktivitas manusia terhadap keseimbangan ekosistem danau, serta merancang strategi konservasi yang efektif untuk menjaga keberlanjutan danau aneuk laot dan sumber daya alamnya. penelitian ini bertujuan menganalisis struktur trofik dengan pendekatan model ecopath. metode penelitian ini mencakup penelitian di lapangan dan di laboratorium. pengambilan sampel dilapangan berdasarkan organisme pada tingkat trofik yang berbeda meliputi pengambilan sampel ikan, makrozoobenthos, plankton, tumbuhan air, dan pengukuran produktivitas primer. sedangkan penelitian di laboratorium mencakup analisis kebiasaan makan ikan (analisis pencernaan ikan), identifikasi jenis ikan, pencacahan plankton, identifikasi makrozoobenthos, analisis klorofil dan analisis kualitas air. data-data ini akan menjadi input data dalam penggunaan model ekologi dengan software ecopath with ecosim dan menghasilkan parameter trophic level, biomassa (b), produksi per biomassa (p/b), konsumsi per biomassa (q/b), dan efisiensi ekotrofik (ee). hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas makrozoobenthos memiliki keanekaragaman rendah dengan dominansi tinggi oleh kerang anodonta woodiana dan lobster air tawar cherax quadricarinatus, kondisi ini mencerminkan perairan yang sudah tercemar, sejalan dengan temuan kadar nitrat dan fosfat yang melampaui baku mutu pp no. 22 tahun 2021. perubahan status trofik danau dari oligotrofik menuju eutrofik dikaitkan dengan peningkatan masukan nutrien dari aktivitas pertanian, peternakan, dan pemanfaatan lahan di daerah tangkapan air danau aneuk laot. di sisi lain, kajian vegetasi air dan plankton menegaskan pentingnya makrofita dan produsen primer sebagai penyangga utama jejaring makanan dan indikator kesehatan ekosistem danau. analisis genetik dan morfometrik berhasil memvalidasi keberadaan ikan asli danau aneuk laot yaitu barbodes sellifer sebagai spesies kriptik dan rasbora maninjau. kajian kebiasaan makan dan pola pertumbuhan terhadap 483 individu ikan (98 rasbora maninjau, 104 barbodes sellifer, dan 218 amphilophus trimaculatus) menunjukkan pembagian relung trofik yang jelas, rasbora maninjau bersifat herbivora dengan makanan utama fitoplankton cosmarium sp. (ip 84,4%); barbodes sellifer bersifat omnivora dengan daphnia sp. sebagai makanan utama (ip 45,14%); sedangkan ikan invasif amphilophus trimaculatus merupakan omnivora-piscivora dengan ikan sebagai pakan utama (ip 62,59%). hasil ini menegaskan adanya pemisahan relung antara ikan asli dan invasif, namun sekaligus mengindikasikan potensi kompetisi dan tekanan predasi yang lebih besar dari spesies invasif terhadap komunitas ikan asli. melalui pendekatan model keseimbangan massa (ecopath with ecosim), struktur trofik danau aneuk laot direkonstruksi ke dalam 11 kelompok trofik, mulai dari produsen primer (fitoplankton, makrofita) hingga predator puncak (channa striata dan amphilophus trimaculatus). hasil pemodelan menunjukkan jejaring makanan yang sangat produktif dengan dominasi kontrol dari bawah (bottom-up control), di mana fitoplankton dan detritus berperan sebagai penggerak utama aliran energi. kelompok detritivor seperti melanoides tuberculata dan cherax quadricarinatus menjadi penghubung kunci antara sumber bahan organik dan predator tingkat atas, sementara sedikitnya koneksi pada tingkat predator puncak menunjukkan lemahnya kontrol top-down sehingga keberlanjutan ekosistem sangat bergantung pada produktivitas dan daur ulang energi di tingkat trofik bawah. hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai model pengelolaan danau aneuk laot yang berkelanjutan. kata kunci: produktivitas perairan, jejaring makanan, native spesies, invasif spesies, pengelolaan sumberdaya perairan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
DISSERTATION
STRUKTUR TROFIK DANAU ANEUK LAOT KOTA SABANG MELALUI PENDEKATAN KESEIMBANGAN MASSA SEBAGAI DASAR PENGELOLAAN SUMBERDAYA PERAIRAN. Banda Aceh Fakultas Pasca Sarjana / Prodi Doktor Matematika dan Aplikasi Sains (S3),2026
Baca Juga : KEANEKARAGAMAN ZOOPLANKTON DI PERAIRAN DANAU ANEUK LAOT KOTA SABANG NANGGROE ACEH DARUSSALAM (Cut Aldila Ika Putri, 2022)
Abstract
This study presents a comprehensive assessment of biodiversity, fish feeding habits, and the trophic structure of Lake Aneuk Laot as the foundation for developing an ecology-based sustainable management model. The analysis of the lake’s food web structure aims to understand how energy and nutrients flow within the ecosystem and how the organisms are interconnected. The dynamics of the food web and ecosystem functions are essential for evaluating ecological changes in Lake Aneuk Laot, which continues to experience various anthropogenic pressures. Lake Aneuk Laot in Sabang City is a small lake that plays an important role for local communities, particularly as a source of drinking water. However, its environmental condition has been declining due to increasing human activities in the riparian zone surrounding the lake. A food web (trophic structure) assessment using the Ecopath model has never been reported for lakes in Indonesia. The Ecopath model provides a comprehensive analysis by incorporating biomass at each trophic level, productivity, species diversity, and interspecific interactions. It visualizes the interactions among organisms as part of an orderly energy transfer within the food chain, thereby allowing predictions of environmental or human-induced impacts on ecosystem balance, as well as supporting the design of effective conservation strategies to ensure the sustainability of Lake Aneuk Laot and its natural resources. This study aims to analyze the trophic structure of the lake using the Ecopath modeling approach. The research methods involved both fieldwork and laboratory analyses. Field sampling targeted organisms across different trophic levels, including fish, macrozoobenthos, plankton, aquatic plants, and measurements of primary productivity. Laboratory analyses included fish stomach content analysis, fish species identification, plankton enumeration, macrozoobenthos identification, chlorophyll analysis, and water-quality assessment. These datasets served as input for the ecological modeling using Ecopath with Ecosim software, generating parameters such as trophic level, biomass (B), production/biomass ratio (P/B), consumption/biomass ratio (Q/B), and ecotrophic efficiency (EE). The results show that the macrozoobenthos community exhibited low diversity with high dominance of the mussel Anodonta woodiana and the freshwater crayfish Cherax quadricarinatus, indicating a polluted water condition, consistent with nitrate and phosphate concentrations that exceeded the quality standards set by Government Regulation No. 22 of 2021. The shift in the lake’s trophic status from oligotrophic to eutrophic is associated with increasing nutrient inputs from agricultural activities, livestock, and land-use changes within the Lake Aneuk Laot watershed. Meanwhile, the aquatic vegetation and plankton assessments highlight the crucial role of macrophytes and primary producers as the main supports of the food web and as indicators of lake ecosystem health. Genetic and morphometric analyses successfully validated the presence of native fish species in Lake Aneuk Laot, namely Barbodes sellifer as a cryptic species and Rasbora maninjau. Feeding-habits analysis and growth-pattern assessment of 483 fish individuals (98 R. maninjau, 104 B. sellifer, and 218 Amphilophus trimaculatus) revealed clear trophic-niche partitioning: R. maninjau is herbivorous, with Cosmarium sp. as its main food item (IP 84.4%); B. sellifer is omnivorous with Daphnia sp. as its primary diet (IP 45.14%); while the invasive A. trimaculatus is an omnivore-piscivore with fish as its main prey (IP 62.59%). These findings demonstrate niche segregation between native and invasive fish species but also indicate potential competition and stronger predation pressure from the invasive species on native fish populations. Using a mass-balance modeling approach (Ecopath with Ecosim), the trophic structure of Lake Aneuk Laot was reconstructed into 11 trophic groups, ranging from primary producers (phytoplankton, macrophytes) to top predators (Channa striata and Amphilophus trimaculatus). The modeling results reveal a highly productive food web dominated by bottom-up control, where phytoplankton and detritus act as major drivers of energy flow. Detritivore groups such as Melanoides tuberculata and Cherax quadricarinatus serve as key connectors between organic-matter sources and higher-level predators. Meanwhile, the limited connections at the top-predator level indicate weak top-down control, suggesting that ecosystem sustainability relies heavily on productivity and energy recycling at the lower trophic levels. These findings provide an essential basis for designing sustainable management strategies for Lake Aneuk Laot. Keywords: Aquatic productivity, food web, native species, invasive species, aquatic resource management.
Baca Juga : STATUS PENCEMARAN DANAU ANEUK LAOT KOTA SABANG BERDASARKAN INDEKS STORET, INDEKS PENCEMARAN DAN CCME WQI (RIZTANIA ANGGRAINI, 2022)