Aceh memiliki kekayaan budaya dan tradisi musik yang kuat, namun hingga saat ini belum didukung oleh fasilitas pendidikan musik formal yang terintegrasi dan representatif. perancangan konservatorium musik aceh bertujuan untuk menyediakan wadah pendidikan, pengembangan, dan apresiasi musik tradisional maupun modern dalam satu kawasan terpadu. bangunan ini dirancang dengan pendekatan arsitektur kontemporer yang menekankan fleksibilitas ruang, ekspresi struktur, serta respons terhadap iklim tropis aceh. konsep perancangan mengintegrasikan prinsip kenyamanan akustik, pencahayaan alami, dan penghawaan silang untuk menunjang aktivitas belajar, berlatih, dan pertunjukan musik. tatanan massa bangunan dibagi menjadi massa utama pendidikan dan massa auditorium guna mengoptimalkan fungsi, sirkulasi, serta kualitas ruang. penggunaan material kayu pada fasad dan struktur atap menjadi representasi nilai lokal yang diolah secara modern, sekaligus mendukung performa termal bangunan. dengan demikian, konservatorium musik aceh diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai institusi pendidikan musik, tetapi juga sebagai ruang publik budaya yang berperan dalam pelestarian seni musik aceh serta penguatan identitas arsitektur kontemporer yang kontekstual.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERANCANGAN KONSERVATORIUM ACEH. Banda Aceh Fakultas Teknik,2026
Baca Juga : ACEH UTARA SHOPPING CENTER (Syarif Wahyu Shafarza, 2015)
Abstract
Aceh possesses a rich cultural heritage and strong musical traditions; however, these have not yet been supported by an integrated and representative formal music education facility. The design of the Aceh Music Conservatory aims to provide a comprehensive space for education, development, and appreciation of both traditional and modern music within a unified complex. The building is designed using a contemporary architectural approach that emphasizes spatial flexibility, structural expression, and responsiveness to Aceh’s tropical climate. The design concept integrates principles of acoustic comfort, natural lighting, and cross-ventilation to support learning, practice, and musical performance activities. The building massing is organized into a main educational block and a separate auditorium block to optimize functional efficiency, circulation, and spatial quality. The use of wood materials on the façade and roof structure represents local values interpreted in a modern manner while also enhancing the building’s thermal performance. Therefore, the Aceh Music Conservatory is expected to function not only as a music education institution but also as a cultural public space that contributes to the preservation of Acehnese musical arts and the strengthening of a contextual contemporary architectural identity.
Baca Juga : PERANCANGAN RUMAH SAKIT REHABILITASI MEDIK DI BANDA ACEH (Dira Alhumaira, 2023)