Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
IQWAR VARABI, HUBUNGAN STATUS GIZI DAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI SMAN 2 BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2026

Anemia merupakan masalah kesehatan yang masih banyak dialami oleh remaja putri dan dapat berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, daya tahan tubuh, serta kualitas kesehatan secara umum. remaja putri termasuk kelompok yang rentan mengalami anemia karena meningkatnya kebutuhan zat gizi dan kehilangan zat besi selama menstruasi. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dan tingkat pengetahuan dengan kejadian anemia pada remaja putri di sman 2 kota banda aceh. penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional yang dilakukan pada 98 siswi remaja putri yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. status anemia ditentukan berdasarkan kadar hemoglobin dengan batas hb < 12 g/dl, status gizi berdasarkan indeks massa tubuh (imt), dan tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner. analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 25 siswi (25,5%) mengalami anemia dan 73 siswi (74,5%) tidak mengalami anemia. sebagian besar responden memiliki status gizi normal yaitu 59 siswi (60,2%) dan hampir seluruh responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai anemia yaitu 97 siswi (99,0%). hasil uji chi- square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian anemia (p-value = 0,000), sedangkan tingkat pengetahuan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian anemia (p-value = 0,572). penelitian ini menyimpulkan bahwa status gizi berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di sman 2 kota banda aceh, sedangkan tingkat pengetahuan tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian anemia.



Abstract

Anemia remains a common health problem among adolescent girls and may lead to decreased learning concentration, reduced physical endurance, and impaired overall health status. Adolescent girls are a vulnerable group for anemia due to increased nutritional requirements and iron loss during menstruation. This study aimed to determine the relationship between nutritional status and level of knowledge with the incidence of anemia among adolescent girls at SMAN 2 Banda Aceh. This study was an observational analytic study with a cross-sectional design involving 98 female students who met the inclusion and exclusion criteria. Anemia status was determined based on hemoglobin levels with a cutoff value of Hb < 12 g/dL, nutritional status was assessed using Body Mass Index (BMI), and the level of knowledge was measured using a questionnaire. Data were analyzed using the Chi-Square test. The results showed that 25 students (25.5%) were anemic, while 73 students (74.5%) were non-anemic. Most respondents had normal nutritional status, accounting for 59 students (world60.2%), and nearly all respondents had a good level of knowledge about anemia, totaling 97 students (99.0%). The Chi- Square analysis showed a significant relationship between nutritional status and the incidence of anemia (p-value = 0.000), whereas no significant relationship was found between the level of knowledge and the incidence of anemia (p-value = 0.572). This study concludes that nutritional status is significantly associated with anemia among adolescent girls at SMAN 2 Banda Aceh, while the level of knowledge is not significantly associated with the incidence of anemia.



    SERVICES DESK