Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Wikran Saidi Rajasyah, TINGKAT KERAMAHAN LINGKUNGAN ALAT TANGKAP JARING INSANG HANYUT DI TEMPAT PENDARATAN IKAN (TPI) KUALA TADU NAGAN RAYA. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan perikanan,2026

Penangkapan ikan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan menjadi isu penting dalam pengelolaan sumber daya perikanan, mengingat meningkatnya tekanan terhadap sumber daya ikan akibat penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. salah satu upaya untuk mendukung keberlanjutan perikanan adalah dengan menerapkan prinsip code of conduct for responsible fisheries (ccrf) dalam penggunaan alat tangkap. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keramahan lingkungan alat tangkap jaring insang hanyut di tempat pendaratan ikan (tpi) kuala tadu, kabupaten nagan raya berdasarkan kriteria ccrf. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dan wawancara terhadap 24 nelayan jaring insang hanyut yang menjadi responden. penilaian tingkat keramahan lingkungan dilakukan dengan menggunakan sembilan kriteria berdasarkan ccrf dengan pembobotan nilai 1 sampai 4. hasil penelitian menunjukkan bahwa alat tangkap jaring insang hanyut di tpi kuala tadu memiliki nilai rata-rata skor sebesar 31,79, yang termasuk dalam kategori sangat ramah lingkungan. hal ini berarti alat tangkap tersebut memenuhi kriteria selektivitas tinggi, tidak merusak habitat, aman bagi nelayan, menghasilkan produk yang aman bagi konsumen, by-catch rendah, tidak menangkap spesies yang dilindungi, serta diterima secara sosial oleh masyarakat. oleh karena itu, penggunaan jaring insang hanyut di tpi kuala tadu dapat mendukung praktik perikanan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. kata kunci: ccrf, jaring insang hanyut, tpi kuala tadu



Abstract

Responsible and sustainable fishing is a crucial issue in fisheries resource management, given the increasing pressure on fish resources due to the use of environmentally unfriendly fishing gear. One effort to support fisheries sustainability is to implement the principles of the Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) in the use of fishing gear. This study aims to determine the environmental friendliness of drift gillnet fishing gear at the Kuala Tadu fish landing site (TPI), Nagan Raya Regency, based on the CCRF criteria. The methods used in this study were surveys and interviews with 24 drift gillnet fishermen who served as respondents. The environmental friendliness assessment was conducted using nine criteria based on the CCRF with a weighting of 1 to 4. The results showed that the drift gillnet fishing gear at the Kuala Tadu Fish Farm (TPI) had an average score of 31.79, which is included in the very environmentally friendly category. This means that the fishing gear meets the criteria of high selectivity, does not damage habitats, is safe for fishermen, produces safe products for consumers, has low by-catch, does not catch protected species, and is socially acceptable by the community. Therefore, the use of drift gillnets at the Kuala Tadu Fish Farm can support sustainable and responsible fishing practices. Keywords: CCRF, Drift Gill Net, TPI Kuala Tadu



    SERVICES DESK