Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
AMANTA HAURA, HAMBATAN KOMUNIKASI PETUGAS PENYULUH IMUNISASI DENGAN ORANGTUA TERKAIT IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA ANAK (STUDI PADA PUSKESMAS KECAMATAN.MILA, KABUPATEN PIDIE). Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala,2026

Cakupan imunisasi dasar lengkap (idl) di indonesia, khususnya di aceh, masih rendah dan belum memenuhi target nasional. kabupaten pidie menjadi salah satu daerah dengan capaian terendah, termasuk kecamatan mila yang pada tahun 2023 hanya mencapai 1,6%. rendahnya capaian ini dipengaruhi oleh rendahnya kesadaran orang tua, maraknya hoaks mengenai vaksin, serta keterbatasan akses ke layanan kesehatan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan komunikasi yang dialami petugas penyuluh imunisasi dengan orang tua terkait pemberian imunisasi dasar lengkap pada anak di puskesmas mila, desa tuha lala. penelitian ini menggunakan teori knowledge gap. penelitian ini dianalisis dengan analisis tematik deskriptif. data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. wawancara dilakukan kepada 5 orang informan. hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan komunikator merupakan yang paling dominan, meliputi keterbatasan tenaga kesehatan, persepsi posyandu sebagai kegiatan rutin yang “cukup dilaksanakan saja”, serta keterlambatan kader dalam menyampaikan jadwal. hambatan penerima pesan terlihat pada orang tua yang kurang fokus, pasif, atau memiliki pengetahuan awal terbatas mengenai imunisasi, sehingga partisipasi aktif dan pemahaman informasi menurun. hambatan media muncul akibat alat bantu visual yang kurang jelas atau menarik, sementara hambatan simbol/sandi terjadi ketika istilah medis yang digunakan kurang familiar, misalnya istilah drop out yang disalahartikan sebagai putus sekolah. temuan ini sejalan dengan prinsip teori knowledge gap, yang menyatakan bahwa individu dengan pengetahuan awal rendah cenderung tertinggal dalam memahami informasi. secara keseluruhan, efektivitas komunikasi penyuluhan sangat bergantung pada kesiapan komunikator, partisipasi penerima pesan, serta pemanfaatan media dan bahasa yang tepat agar tujuan imunisasi dasar lengkap dapat tercapai secara optimal. kata kunci: hambatan komunikasi, penyuluhan imunisasi, imunisasi dasar lengkap, kader kesehatan, dan knowledge gap.



Abstract

communication barriers experienced by immunization officers when interacting with parents regarding the administration of complete basic immunization for children at Puskesmas Mila, Desa Tuha Lala. The study applies the Knowledge Gap theory and uses descriptive thematic analysis based on interviews, observations, and documentation, involving five informants. The results indicate that communicator-related barriers are the most dominant, including limited health personnel, perception of posyandu as a routine activity that “is enough to be carried out,” and delays by cadres in informing the schedule. Receiver-related barriers are seen in parents who are less focused, passive, or have limited prior knowledge about immunization, reducing their active participation and understanding. Mediarelated barriers occur due to unclear or unattractive visual aids, while symbolrelated barriers emerge when medical terms are unfamiliar, such as the term drop out, which parents misunderstand as school dropout. These findings align with the Knowledge Gap theory, stating that individuals with low prior knowledge tend to lag in understanding information. Overall, the effectiveness of immunization counseling communication depends on the readiness of communicators, the participation of receivers, and the proper use of media and language to achieve the goal of complete basic immunization effectively. Keywords: Communication barriers, immunization counseling, complete basic immunization, health cadres, knowledge gap.



    SERVICES DESK