Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
HAIKAL FALAQI, ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DIVERSIFIKASI SUMBER PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI PADI DI KECAMATAN INDRAPURI KABUPATEN ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2026

Kabupaten aceh besar, khususnya kecamatan indrapuri, merupakan sentra produksi padi yang berkontribusi besar terhadap pasokan beras di provinsi aceh. namun, dalam beberapa tahun terakhir, luas panen dan produksi padi di wilayah ini mengalami penurunan signifikan. data bps aceh besar (2024) menunjukkan bahwa luas panen di indrapuri menurun dari 5.595 hektar pada 2020 menjadi 4.052 hektar pada 2023, sehingga berdampak pada penurunan total produksi. tren penurunan luas panen dan produksi padi di kecamatan indrapuri kabupaten aceh besar membuat para petani yang hanya bergantung pada satu sumber pendapatan menjadi rentan terhadap kestabilan ekonomi rumah tangganya. diversifikasi (menganekaragamkan) sumber pendapatan menjadi strategi penting bagi petani untuk mengurangi risiko ketergantungan pada satu komoditas dan meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga. penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat diversifikasi sumber pendapatan rumah tangga petani padi di kecamatan indrapuri, kabupaten aceh besar. penelitian ini dilakukan di kecamatan indrapuri kabupaten aceh besar. sampel penelitian sebanyak 98 responden. data yang digunakan yaitu data primer dan skunder. metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis regresi logistik ordinal. variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tingat diversifikasi sumber pendapatan rumah tangga petani, yang terdiri dari tiga kategori yaitu; (1) rendah, (2) sedang dan (3) tinggi, sedangkan variabel independen meliputi pendapatan rumah tangga, tanggungan keluarga, tingkat pendidikan, luas lahan, status lahan dan kemudahan akses kredit bank dan koperasi. hasil penelitian menunjukkan bahwa 47,95% rumah tangga petani berada pada tingkat diversifikasi sedang, yang berarti mereka memiliki dua sumber pendapatan, yaitu dari pertanian padi dan satu sumber pendapatan tambahan lainnya (pertanian non-padi atau non-pertanian). berdasarkan hasil uji wald, hanya dua variabel yang terbukti berpengaruh signifikan secara statistik terhadap tingkat diversifikasi sumber pendapatan rumah tangga yaitu; (1) pendapatan rumah tangga (x1) berpengaruh negatif dan signifikan, menunjukkan bahwa semakin tinggi pendapatan, semakin rendah kecenderungan petani untuk melakukan diversifikasi sumber pendapatan, karena pendapatan utama dianggap sudah memadai, (2) jumlah tanggungan keluarga (x2) berpengaruh positif dan signifikan, menunjukkan bahwa semakin banyak tanggungan, semakin tinggi kecenderungan petani untuk melakukan diversifikasi sumber pendapatan tambahan guna memenuhi kebutuhan keluarga. variabel tingkat pendidikan, luas lahan, status kepemililkan lahan dan kemudahan akses kredit bank dan koperasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik. secara keseluruhan, model yang digunakan mampu menjelaskan variasi tingkat diversifikasi sebesar 72,8% (nagelkerke r square), sedang 27,2% sisanya dijelaskan oleh variabel lain diluar model.



Abstract

Aceh Besar Regency, particularly Indrapuri District, is one of the major rice production centers contributing significantly to the rice supply in Aceh Province. However, in recent years, harvested area and rice production in this region have experienced a substantial decline. Data from the Aceh Besar Statistics Office (BPS Aceh Besar, 2024) show that the harvested area in Indrapuri decreased from 5,595 hectares in 2020 to 4,052 hectares in 2023, resulting in a reduction in total rice production. This declining trend in harvested area and rice production in Indrapuri District, Aceh Besar Regency, has made farmers who rely solely on a single source of income increasingly vulnerable to household economic instability. Income diversification has therefore become an important strategy for farmers to reduce the risks associated with dependence on a single commodity and to enhance household economic resilience. This study aims to analyze the factors influencing the level of income source diversification among rice-farming households in Indrapuri District, Aceh Besar Regency. The research was conducted in Indrapuri District with a sample of 98 respondents. The data used consist of both primary and secondary data. The analytical methods employed include descriptive statistical analysis and Ordinal Logistic Regression analysis. The dependent variable in this study is the level of household income diversification, which is categorized into three levels: (1) low, (2) medium, and (3) high. The independent variables include household income, number of family dependents, education level, land size, land tenure status, and ease of access to bank and cooperative credit. The results indicate that 47.95% of farming households fall into the medium level of diversification, meaning they have two sources of income, namely rice farming and one additional income source (either non-rice agriculture or non-agricultural activities). Based on the Wald test results, only two variables have a statistically significant effect on the level of household income diversification: (1) household income (X1), which has a negative and significant effect, indicating that higher household income reduces the tendency of farmers to diversify income sources because the main income is considered sufficient; and (2) number of family dependents (X2), which has a positive and significant effect, indicating that a greater number of dependents increases the likelihood of farmers engaging in additional income-generating activities to meet household needs. The variables of education level, land size, land ownership status, and ease of access to bank and cooperative credit do not have a statistically significant effect. Overall, the model explains 72.8% of the variation in the level of income diversification, as indicated by the Nagelkerke R Square value, while the remaining 27.2% is explained by other factors outside the model.



    SERVICES DESK