Longsor merupakan bencana alam yang sering terjadi di indonesia, terutama pada daerah dengan topografi yang curam dan curah hujan tinggi. pada bulan mei 2025 terjadi kelongsoran di kawasan bendungan rajui yang terletak di kecamatan padang tiji, kabupaten pidie, aceh. melihat dari peningkatan intensitas curah hujan dalam beberapa tahun terakhir, maka diperlukan analisis stabilitas lereng terhadap perubahan pola curah hujan, untuk mengidentifikasi potensi resiko terjadi longsor pada lereng lainnya di kawasan tersebut di masa depan. lokasi studi merupakan dua lereng bekas longsor di kawasan bendungan rajui. analisis pada penelitian ini menggunakan plaxis 2d dengan metode elemen hingga sebagai dasar perhitungan. data yang digunakan adalah data parameter tanah, data geometri kemiringan lereng, dan data curah hujan. analisis dilakukan pada dua kondisi, yaitu kondisi eksisting lereng dan kondisi akibat perubahan pola curah hujan. analisis pada kondisi kedua dilakukan dengan beberapa variasi, terdiri dari dua durasi waktu setelah hujan, tiga durasi waktu curah hujan, dan dua variasi intensitas curah hujan. hasil analisis pada kondisi eksisting menunjukkan bahwa kedua lereng yang ditinjau merupakan lereng labil dan kritis pada kondisi eksisting dengan nilai faktor keamanan sebesar 1,042 pada titik i dan 1,242 pada titik ii. hasil analisis akibat perubahan pola curah hujan menunjukkan bahwa peningkatan durasi hujan menyebabkan penurunan nilai faktor keamanan dan tekanan air pori. sedangkan peningkatan durasi setelah terjadi hujan menyebabkan peningkatan nilai faktor keamanan dan penurunan tekanan air pori. nilai faktor keamanan terendah akibat perubahan pola curah hujan adalah sebesar 1,021 pada titik i dan 1,223 pada titik ii. sedangkan nilai faktor keamanan tertinggi yang didapatkan adalah sebesar 1,035 pada titik i dan 1,232 pada titik ii.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
ANALISIS STABILITAS LERENG TERHADAP PERUBAHAN POLA CURAH HUJAN DI KAWASAN BENDUNGAN RAJUI. Banda Aceh Prog. Studi Magister Teknik Sipil,2026
Baca Juga : STUDI PREDIKSI CURAH HUJAN WILAYAH ACEH BESAR MENGGUNAKAN INDEKS STABILITAS ATMOSFER DARI DATA RADIOSONDE (LENA RAHMATINA, 2023)
Abstract
Landslides are natural disasters that often occur in Indonesia, especially in areas with steep topography and high rainfall. In May 2025, there was a landslide in the Rajui Dam area located in Padang Tiji District, Pidie Regency, Aceh. Considering the increase in rainfall intensity in recent years, it is necessary to analyze slope stability against changes in rainfall patterns, to identify potential risks of landslides on other slopes in the region in the future. The study location consists of two former landslide slopes in the Rajui Dam area. The analysis in this study uses Plaxis 2D with the finite element method as the basis for calculation. The data used are soil parameter data, slope geometry data, and rainfall data. The analysis was carried out on two conditions, namely the existing conditions of the slope and conditions due to changes in rainfall patterns. The analysis of the second condition was carried out with several variations, consisting of two durations of time after rainfall, three durations of rainfall time, and two variations in rainfall intensity. The results of the analysis on the existing conditions showed that the two analyzed slopes were unstable and critical slopes in the existing conditions with a safety factor value of 1.042 at point I and 1.242 at point II. The results of the analysis due to changes in rainfall patterns showed that the increase in the duration of rainfall caused a decrease in the value of safety factors and pore water pressure. Meanwhile, the increase in duration after rain causes an increase in the value of safety factors and a decrease in pore water pressure. The lowest safety factor value due to the change in rainfall pattern was 1.021 at point I and 1.223 at point II. Meanwhile, the highest safety factor value obtained was 1.035 at point I and 1.232 at point II.
Baca Juga : EVALUASI KAWASAN RAWAN BANJIR MENGGUNAKAN METODE PENGINDERAAN JAUH: STUDI KASUS DI DAERAH SAWAHLUNTO, SUMATERA BARAT (Nur Asiah. Y, 2020)