Maloklusi merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang dapat memengaruhi fungsi oral, estetika, dan kualitas hidup, terutama pada remaja yang banyak menjalani perawatan ortodonti. penelitian ini bertujuan menggambarkan kepatuhan kontrol rutin dan quality of life (ohrqol) pada siswa pengguna ortodonti cekat di sman 10 fajar harapan banda aceh. penelitian menggunakan desain deskriptif cross-sectional pada 57 responden yang dipilih melalui purposive sampling, dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner kepatuhan dan ohip-14. hasil penelitian menunjukkan bahwa 87,7% siswa tergolong patuh terhadap kontrol ortodonti, sedangkan 71,9% memiliki kualitas hidup kategori sedang dan 28,1% kategori baik, tanpa adanya kualitas hidup buruk. tabulasi silang memperlihatkan bahwa siswa yang patuh cenderung memiliki kualitas hidup lebih baik dibandingkan yang tidak patuh. penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat kepatuhan siswa patuh dan kualitas hidup berada pada kategori sedang, sehingga diperlukan dukungan edukasi berkelanjutan dari sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan untuk mempertahankan kepatuhan selama perawatan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
GAMBARAN KEPATUHAN PASIEN DAN QUALITY OF LIFE LERAWATAN ORTODONTI DI SMAN 10 FAJAR HARAPAN BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Kedokteran Gigi,2026
Baca Juga : PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR BARISAN DAN DERET SISWA KELAS X SMAN 10 FAJAR HARAPAN BANDA ACEH (Nurul Husna, 2015)
Abstract
Malocclusion is an oral health condition that can affect chewing function, aesthetics, and quality of life, particularly among adolescents who commonly undergo orthodontic treatment. This study aimed to describe the orthodontic treatment compliance and Oral Health-Related Quality of Life (OHRQoL) among students using fixed orthodontic appliances at SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh. A descriptive cross-sectional design was applied to 57 respondents selected through purposive sampling, with data collected using a compliance questionnaire and the OHIP-14 instrument. The results showed that 87.7% of students demonstrated good compliance with orthodontic appointments, while 71.9% had a moderate quality of life and 28.1% had a good quality of life, with no students categorized as having poor OHRQoL. Cross-tabulation indicated that students with higher compliance tended to have better quality-of-life outcomes. Overall, this study concludes that students’ compliance levels and quality of life are in the moderate category; therefore, continuous educational support from schools, parents, and healthcare professionals is needed to maintain compliance throughout the treatment period.