Modul termoelektrik berbasis efek peltier merupakan perangkat solid state yang mampu menghasilkan perbedaan temperatur pada sisi panas dan sisi dingin ketika diberi arus listrik. teknologi ini banyak digunakan pada sistem pendingin skala kecil karena tidak memerlukan fluida kerja maupun komponen mekanis yang bergerak, sehingga lebih ramah lingkungan dan praktis. penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kinerja sistem pendingin termoelektrik dengan menggunakan 5 variasi beban yang berbeda pada kotak pendingin minuman, yaitu: tanpa beban, air mineral 200ml, air mineral 400ml, air mineral 600ml, dan air mineral 800ml. pengujian dilakukan selama 5 hari dimulai dari pukul 10.00 hingga 14.00 wib setiap harinya. pengujian dilakukan dengan mengukur suhu bagian dalam kotak pendingin, menghitung besarnya tegangan, dan arus untuk memperoleh nilai konsumsi energi, dan menghitung efisiensi yang dihasilkan. hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi tanpa beban mengalami penurunan suhu paling besar dari suhu awal dan membutuhkan konsumsi energi yang lebih sedikit serta memberikan efisiensi tertinggi sedangkan variasi dengan air mineral 800ml mengalami penurunuan suhu paling kecil dan membutuhkan konsumsi energi yang lebih banyak serta memberikan efisiensi terendah. variasi tanpa beban terbukti lebih efektif menghasilkan dingin dibandingkan dengan variasi lainnya. penggunaan beban memperlambat penurunan suhu. kata kunci: termoelektrik, efek peltier, kotak pendingin minuman, daya listrik, efisiensi energi
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJI EKSPERIMENTAL UNJUK KERJA KOTAK PENDINGIN MINUMAN BERBASIS THERMOELECTRIC. Banda Aceh Fakultas Teknik,2026
Baca Juga : KOTAK PENDINGIN SAYURAN MENGGUNAKAN TERMOELEKTRIK BERBASIS ARDUINO UNO (Muhammad Yudi Miswari, 2018)
Abstract
The thermoelectric module based on the Peltier effect is a solid-state device capable of generating a temperature difference between its hot and cold sides when an electric current is applied. This technology is widely used in small-scale cooling systems because it does not require a working fluid or moving mechanical components, making it more environmentally friendly and practical. This study aims to evaluate the performance of a thermoelectric cooling system using five different load variations on a beverage cooling box, namely: no load, 200 ml, 400 ml, 600 ml, and 800 ml of mineral water. The experiment was conducted over five days from 10:00 a.m. to 2:00 p.m. each day. Measurements were taken of the internal temperature of the cooling box, as well as voltage and current to determine energy consumption and calculate system efficiency. The results showed that the no-load variation experienced the greatest temperature drop from the initial temperature, required less energy consumption, and achieved the highest efficiency, while the 800 ml variation showed the smallest temperature drop, highest energy consumption, and lowest efficiency. Therefore, the no-load condition proved to be the most effective in achieving cooling, whereas the presence of load slowed down the cooling process. Keywords: Thermoelectric, peltier effect, beverage cooler box, electrical power, energy efficiency
Baca Juga : PENGARUH KONDISI CAIRAN PENDINGIN TERHADAP KEAUSAN CUTTER END MILL HSS PADA PROSES PEMESINAN BAJA KARBON SEDANG (rifqi fadli azhar hasibuan, 2014)