Pengembangan motif batik reubong giok pada kerajinan kasab perlu dilakukan karena hingga saat ini kerajinan kasab di kabupaten nagan raya belum memiliki motif khas daerah yang diterapkan secara konsisten. oleh karena itu, diperlukan inovasi desain sebagai upaya untuk memperkuat identitas budaya lokal sekaligus meningkatkan nilai estetika dan nilai ekonomi produk kerajinan. penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menghasilkan produk kerajinan kasab ceradi kindang dengan pengembangan motif batik reubong giok khas nagan raya serta mengetahui daya tarik informan terhadap produk yang dihasilkan. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian berjumlah lima orang yang ditentukan melalui teknik purposive sampling, terdiri atas dua orang pengrajin kasab, dua orang konsumen, dan satu orang perwakilan dekranasda. proses pembuatan produk meliputi tahap membuat motif batik reubong giok, pembuatan produk kasab, serta pengujian daya tarik melalui wawancara. hasil penelitian menunjukkan bahwa informan memberikan tanggapan positif terhadap aspek desain, bentuk, dan pemilihan warna yang diterapkan. produk yang dihasilkan memiliki perbedaan peletakan desain motif batik reubong giok yang dikombinasikan dengan motif talo ie, awan meucanek, bungong uret, dan putik. pengembangan motif pada kerajinan kasab ini menjadi salah satu upaya untuk memperluas variasi dan inovasi motif batik reubong giok. berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengembangan motif batik reubong giok pada kerajinan kasab ceradi kindang mampu menghasilkan produk yang memiliki daya tarik serta berpotensi memperkuat identitas budaya khas nagan raya. kata kunci: batik reubong giok, kerajinan kasab, nagan raya
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGEMBANGAN MOTIF BATIK REUBONG GIOK KHAS NAGAN RAYA PADA KERAJINAN KASAB. Banda Aceh Fakultas KIP,2026
Baca Juga : PENERAPAN RAGAM RIAS ACEH PADA BATIK DEKRANAS BANDA ACEH (Nurjannah, 2024)
Abstract
The development of the reubong jade batik motif in kasab crafts is necessary because until now the kasab crafts in Nagan Raya Regency do not have a typical regional motif that is applied consistently. Therefore, design innovation is needed as an effort to strengthen local cultural identity while increasing the aesthetic value and economic value of craft products. This study aims to design and produce ceradi kindang kasab craft products by developing the typical Nagan Raya reubong jade batik motif and to determine the informants' attraction to the resulting product. The method used in this study is a descriptive qualitative method, with five research subjects determined through a purposive sampling technique, consisting of two kasab craftsmen, two consumers, and one representative of DEKRANASDA. The product making process includes the stages of designing the reubong jade batik motif, making the kasab product, and testing the attraction through observation and interview techniques. The results of the study showed that informants gave positive responses to the design, shape, and color selection aspects applied. The resulting product has different colors, namely dark green and yellow, with the application of the reubong jade batik motif combined with the talo ie, awan meucanek, bungong uret, and putik motifs. The development of motifs in this kasab craft is one of the efforts to expand the variety and innovation of reubong jade batik motifs. Based on the results of this study, it can be concluded that the development of the reubong jade batik motif in the ceradi kindang kasab craft is able to produce products that have appeal and have the potential to strengthen the unique cultural identity of Nagan Raya. Keywords: Jade Reubong Batik, Kasab Craft, Nagan Raya
Baca Juga : MAKNA MOTIF PADA KERAJINAN BORDIR DI GAMPONG BAET MEUSAGO KECAMATAN SUKA MAKMUR ACEH BESAR (Amna Yusra, 2024)