Abstrak judul : pengaruh keterbukaan perdagangan, pengeluaran pemerintah, jumlah uang beredar dan penanaman modal asing langsung terhadap volatilitas kurs riil di asean-5 penulis : mikelda mote nim : 2101101010112 fakultas/jurusan : ekonomi dan bisnis/ekonomi pembangunan pembimbing : prof. dr. taufiq c. dawood, s.e., m.ec.dev dan asri diana, s.e., m.si konsentrasi : ekonomi internasional penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keterbukaan perdagangan, pengeluaran pemerintah, jumlah uang beredar, dan penanaman modal asing langsung terhadap volatilitas kurs riil di negara-negara asean-5 (indonesia, malaysia, singapura, thailand, dan filipina). penelitian ini menggunakan data tahunan periode 1960-2023 dengan pendekatan panel autoregressive distributed lag (panel ardl) untuk mengkaji hubungan jangka pendek dan jangka panjang antarvariabel. hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap volatilitas kurs riil berbeda-beda. dalam jangka panjang, keterbukaan perdagangan, penanaman modal asing langsung dan jumlah uang beredar berpengaruh negatif dan signifikan terhadap volatilitas kurs riil, sedangkan pengeluaran pemerintah berpengaruh positif dan signifikan. dalam jangka pendek, pengeluaran pemerintah berpengaruh positif dan signifikan terhadap volatilitas kurs riil, sementara keterbukaan perdagangan, jumlah uang beredar dan penanaman modal asing langsung tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. temuan ini menunjukkan bahwa stabilitas kurs riil di kawasan asean-5 sangat dipengaruhi oleh kebijakan fiskal dan moneter. oleh karena itu, pengelolaan belanja pemerintah yang hati-hati serta pengendalian jumlah uang beredar menjadi penting untuk menjaga stabilitas kurs riil, disertai dengan penguatan keterbukaan perdagangan dan penciptaan iklim investasi asing jangka panjang yang stabil. kata kunci: asean-5, keterbukaan perdagangan, jumlah uang beredar, volatilitas kurs riil, penanaman modal asing langsung, panel ardl, pengeluaran pemerintah.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH KETERBUKAAN PERDAGANGAN, PENGELUARAN PEMERINTAH, JUMLAH UANG BEREDAR DAN PENANAMAN MODAL ASING LANGSUNG TERHADAP VOLATILITAS KURS RIIL DI ASEAN-5. Banda Aceh Fakultas Ekonomi Pembangunan,2026
Baca Juga : PENGARUH FOREIGN DIRECT INVESTMENT (FDI), REMITANSI, KREDIT BANK, KETERBUKAAN PERDAGANGAN DAN PENGELUARAN KONSUMSI PEMERINTAH TERHADAP PDB DI ASEAN (FITRIA SARI, 2019)
Abstract
ABSTRACT Title : The Effect of Trade Openness, Government Expenditure, Money Supply, and Foreign Direct Investment on Real Exchange Rate Volatility in the ASEAN-5 Author : Mikelda Mote Student ID : 2101101010112 Faculty/Department : Economics and Business/Development Economics Supervisors : Prof. Dr. Taufiq C. Dawood, S.E., M.Ec.Dev and Asri Diana, S.E., M.Si Concentration : International Economics This study aims to analyze the effects of trade openness, government spending, money supply, and foreign direct investment on real exchange rate volatility in ASEAN-5 countries (Indonesia, Malaysia, Singapore, Thailand, and the Philippines). This study uses annual data from 1960 to 2023 using the Panel Autoregressive Distributed Lag (Panel ARDL) approach to examine the shortterm and long-term relationships between variables. The results show that the effects of these variables on real exchange rate volatility vary. In the long run, trade openness, foreign direct investment, and money supply have a negative and significant effect on real exchange rate volatility, while government spending has a positive and significant effect. In the short run, government spending has a positive and significant effect on real exchange rate volatility, while trade openness, money supply, and foreign direct investment show no significant effect. These findings indicate that real exchange rate stability in the ASEAN-5 region is strongly influenced by fiscal and monetary policies. Therefore, prudent management of government spending and control of the money supply are important to maintain real exchange rate stability, accompanied by strengthening trade openness and creating a stable long-term foreign investment climate. Keywords: ARDL Panel, ASEAN-5, foreign direct investment, government spending, money supply, real exchange rate volatility, trade openness.