Kandidiasis merupakan infeksi jamur yang disebabkan oleh candida albicans, jamur ini sering ditemukan pada rongga mulut terutama pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. tingginya prevalensi kandidiasis oral serta meningkatnya resistensi terhadap antijamur konvensional menjadi alasan penting untuk mencari alternatif bahan antijamur yang efektif dalam menghambat dan membunuh candida albicans. tulang cumi-cumi (loligo sp.) diketahui mengandung kitosan tipe β yang dapat dimodifikasi melalui proses sulfonasi untuk meningkatkan efek antimikrobanya. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kitosan tersulfonasi dari cumi-cumi (loligo sp.) terhadap candida albicans dengan menentukan nilai konsentrasi hambat minimum (khm) dan konsentrasi bunuh minimum (kbm). kitosan diperoleh melalui tahapan deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi, kemudian dimodifikasi menggunakan asam sulfat (h₂so₄) menjadi kitosan tersulfonasi. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kitosan tersulfonasi memiliki aktivitas antifungal dengan nilai khm pada konsentrasi 12,5% dan nilai kbm pada konsentrasi 12,5%, yang efektif dalam menghambat serta membunuh pertumbuhan candida albicans. hasil penelitian ini juga menunjukkan signifikansi yang sebanding dengan kontrol positif, hal ini membuktikan bahwa kitosan tersulfonasi dari cumi-cumi (loligo sp.) efektif dalam menghambat dan membunuh candida albicans.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH KITOSAN TERSULFONASI DARI CUMI-CUMI (LOLIGO SP.) SEBAGAI ANTIFUNGAL TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS (UJI KHM DAN KBM). Banda Aceh Fakultas Kedokteran Gigi,2026
Baca Juga : PENGARUH KITOSAN CUMI-CUMI (LOLIGO SP.) TERSULFONASIRNTERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERIRNAGGREGATIBACTER ACTINOMYCETEMCOMITANSRNMELALUI UJI KHM DAN KBM (KHAIZATUL RAUZA, 2026)
Abstract
Candidiasis is a fungal infection caused by Candida albicans, which is commonly found in the oral cavity and can lead to infection, particularly in individuals with weakened immune systems. The high prevalence of oral candidiasis and the increasing resistance to conventional antifungal agents highlight the need for alternative antifungal materials that are effective in inhibiting and eliminating Candida albicans. The squid bone (Loligo sp.) contains β-type chitosan, which can be modified through a sulfonation process to enhance its antimicrobial properties. This study aimed to analyze the effect of sulfonated chitosan derived from squid (Loligo sp.) on Candida albicans by determining the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Fungicidal Concentration (MFC) values. Chitosan was obtained through deproteinization, demineralization, and deacetylation processes, then modified using sulfuric acid (H₂SO₄) to produce sulfonated chitosan. The results showed that sulfonated chitosan exhibited antifungal activity with an MIC value at a concentration of 12,5% and an MFC value at a concentration of 12,5%, effectively inhibiting and killing the growth of Candida albicans. Moreover, the findings demonstrated a significant effect comparable to the positive control, confirming that sulfonated chitosan derived from squid (Loligo sp.) is effective in inhibiting and killing Candida albicans.