Penelitian ini mengidentifikasi pengaruh dari penggunaan material dan strategi desain dalam arsitektur tradisional aceh dalam mencapai kenyamanan termal, sebagai langkah menuju praktik bangunan yang berkelanjutan. meskipun telah banyak penelitian yang dilakukan mengenai kenyamanan termal, namun masih sedikit penelitian yang mengeksplorasi bagaimana elemen arsitektur tradisional dan pilihan material secara khusus berkontribusi terhadap kinerja termal dalam ruangan. penelitian ini mengevaluasi kenyamanan termal dengan menggunakan indeks pmv-ppd dan set, yang dilengkapi dengan simulasi computational fluid dynamics (cfd) menggunakan aplikasi ansys. analisis komparatif melalui proses pengukuran lapangan dilakukan pada dua model rumah tradisional dengan tata letak dan material atap yang berbeda satu sama lain, dan melalui simulasi terhadap empat model dengan material dinding dan atap yang berbeda. hasil penelitian baik melalui pengukuran lapangan maupun simulasi menunjukkan bahwa rumah yang dibangun dengan dinding kayu dan atap daun rumbia menunjukkan kinerja kenyamanan termal yang lebih baik dibandingkan dengan material lainnya. dari hasil pengamatan, faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kenyamanan termal antara lain insulasi atap, sifat material, konfigurasi ruang, desain atap, dan ventilasi alami. temuan ini menyoroti potensi prinsip-prinsip arsitektur tradisional aceh untuk menginformasikan desain berkelanjutan dengan meningkatkan kinerja termal dengan strategi pasif. studi ini berkontribusi pada pelestarian pengetahuan arsitektur tradisional dan kemajuan praktik bangunan berkelanjutan di iklim panas-lembab. kata kunci: aliran udara, computer fluid dynamics (cfd), desain, kenyamanan termal, material, rumah tradisional aceh
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
DISSERTATION
PENGARUH MODIFIKASI DESAIN DAN MATERIAL PADA RUMAH TRADISIONAL ACEH TERHADAP KENYAMANAN TERMAL. Banda Aceh Fakultas Pasca Sarjana,2026
Baca Juga : PENGARUH ORIENTASI BANGUNAN TERHADAP KINERJA TERMAL PADA PERUMAHAN PALAPA VILLAGE LHOKSEUMAWE, ACEH (Rifar Manani, 2026)
Abstract
This study examines the impact of material selection and design strategies in traditional Acehnese architecture on achieving thermal comfort, as a step toward sustainable building practices. Although thermal comfort has been widely studied, there has been limited research specifically examining how traditional architectural elements and material choices contribute to indoor thermal performance. Thermal comfort in this study was evaluated using the PMV–PPD and SET indices, complemented by Computational Fluid Dynamics (CFD) simulations conducted using ANSYS software. A comparative analysis was performed through field measurements on two traditional house models with differing spatial layouts and roof materials, as well as through simulations of four models employing various wall and roof material combinations. The results from both field measurements and simulations indicate that houses constructed with wooden walls and thatched palm leaf roofs exhibit superior thermal comfort performance compared to other material configurations. Observations reveal that key factors contributing to thermal comfort include roof insulation, material properties, spatial configuration, roof design, and natural ventilation. These findings highlight the potential of traditional Acehnese architectural principles to inform sustainable design by enhancing thermal performance through passive strategies. This study contributes to the preservation of traditional architectural knowledge and advances sustainable building practices in hot–humid climates. Keywords: Airflow, Computational Fluid Dynamics (CFD), Design, Thermal Comfort, Materials, Traditional Acehnese House