Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
HUSWATUN HASANAH, PERAN ISTRI NELAYAN DALAM MENINGKATKAN EKONOMIRNKELUARGA DI DESA MEUNASAH KEUDEE KECAMATANRNMESJID RAYA ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas KIP,2026

Abstrak huswatun hasanah. (2026). peran istri nelayan dalam meningkatkan ekonomi keluarga di desa meunasah keudee kecamatan mesjid raya aceh besar. [skripsi. universitas syiah kuala]. dibawah bimbingan dra. ruaida, m.si. dan dr. raihani, m.si peran istri nelayan dalam meningkatkan ekonomi keluarga merupakan fenomena sosial penting untuk diteliti, khususnya di wilayah pesisir. penelitian ini bertujuan meneliti peran istri nelayan dalam meningkatkan ekonomi keluarga dan kendala yang dihadapi istri nelayan. pendekatan penelitian menggunakan kualitatif deskriptif. teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. subjek penelitian adalah 10 istri nelayan di desa meunasah keudee kecamatan mesjid raya aceh besar yang dipilih berdasarkan ketersediaan istri nelayan untuk diwawancarai secara mendalam. hasil penelitian menunjukkan bahwa istri nelayan memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan ekonomi keluarga melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan ekonomi produktif. sebagian besar istri nelayan berperan ganda, yaitu sebagai pengurus rumah tangga sekaligus pencari nafkah tambahan. jenis pekerjaan mereka meliputi menjual ikan hasil tangkapan suami, mengolah ikan asin, menjadi buruh penjemur ikan, menjual garam, serta menjual jajanan di depan rumah. rata-rata waktu yang dihabiskan untuk bekerja berkisar antara 3 hingga 9 jam per hari, tergantung pada jenis pekerjaan dan kondisi ekonomi keluarga. pendapatan yang diperoleh berkisar antara rp500.000–rp3.500.000 per bulan dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga seperti pangan, pendidikan anak, dan kesehatan keluarga. selain memberikan kontribusi finansial, para istri juga terlibat dalam pengambilan keputusan keluarga, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan penentuan prioritas pengeluaran. dalam menjalankan peran ganda, para istri menghadapi kendala seperti terbatasnya modal, rendahnya keterampilan, cuaca ekstrem, serta beban antara pekerjaan domestik dan publik. dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa istri nelayan di desa meunasah keudee berperan penting dalam memperkuat ekonomi keluarga melalui kegiatan seperti berdagang, mengolah hasil laut, dan membuka usaha kecil. meski menghadapi keterbatasan modal, keterampilan, dan cuaca, mereka tetap gigih dan bertanggung jawab. kerja sama suami istri menjadi kunci ketahanan ekonomi keluarga serta peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan. kata kunci: istri nelayan, peran ganda, ekonomi keluarga, kontribusi pendapatan.



Abstract

ABSTRACT Huswatun Hasanah. (2026). The Role of Fishermen’s Wives in Improving Family Economy in Meunasah Keudee Village, Mesjid Raya Sub-district, Aceh Besar Regency. [Thesis. Syiah Kuala University]. Under the guidance of Dra. Ruaida, M.Si. and Dr. Raihani, M.Si. The role of fishermen’s wives in improving family income is an important social phenomenon, particularly in coastal areas. This study aims to examine the role of fishermen’s wives in enhancing household economic stability and the challenges they face. The research employs a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The subjects of this study were 10 fishermen’s wives from Meunasah Keudee Village, Mesjid Raya Subdistrict, Aceh Besar, selected based on their availability for in-depth interviews. The findings reveal that fishermen’s wives play a significant role in maintaining family economic stability through active participation in productive economic activities. Most of them perform dual roles as homemakers and income earners. Their types of work include selling their husbands’ fish catches, processing salted fish, working as fish dryers, selling salt, and running small food stalls in front of their homes. The average working hours range from 3 to 9 hours per day, depending on the type of work and family economic conditions. Their income, ranging from IDR 500,000 to IDR 3,500,000 per month, is used to cover household needs such as food, children’s education, and healthcare. Besides contributing financially, these wives also participate in household decision-making, particularly in financial management and spending priorities. Despite facing challenges such as limited capital, low skills, extreme weather, and the burden of balancing domestic and public responsibilities, they remain resilient and responsible. In conclusion, fishermen’s wives in Meunasah Keudee Village play a crucial role in strengthening family economies through small-scale businesses and fish processing activities. Collaboration between husbands and wives is essential to ensuring household economic resilience and improving the welfare of fishing communities. Keywords: Fishermen’s Wives, Dual Roles, Family Economy, Income Contribution.



    SERVICES DESK