Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh pengayaan rotifera dengan tepung ikan teri terhadap pertumbuhan larva ikan kakap putih (lates calcarifer). penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengayaan rotifera menggunakan tepung ikan teri serta menentukan dosis optimum bagi pertumbuhan larva kakap putih. penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (ral) dengan empat perlakuan, yaitu p1 (0 g/l), p2 (4 g/l), p3 (6 g/l), dan p4 (8 g/l), masing-masing dengan empat ulangan. parameter yang diamati meliputi pertumbuhan panjang mutlak, berat mutlak, kelangsungan hidup, serta analisis proksimat rotifera. data dianalisis menggunakan uji anova dan dilanjutkan dengan uji duncan pada taraf kepercayaan 95%. hasil penelitian menunjukkan bahwa pengayaan rotifera dengan tepung ikan teri memberikan pengaruh nyata (p0,05) terhadap kelangsungan hidup. perlakuan terbaik diperoleh pada p3 (6 g/l) dengan nilai panjang mutlak sebesar 0,50 ± 0,021 cm dan berat mutlak sebesar 0,14 ± 0,017 g. tingkat kelangsungan hidup larva berada pada kisaran 83,50–95,00%. berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dosis pengayaan tepung ikan teri sebesar 6 g/l merupakan konsentrasi optimum untuk meningkatkan kualitas nutrisi rotifera dan mendukung pertumbuhan larva ikan kakap putih. kata kunci : rotifera, tepung ikan teri, pengayaan pakan, pertumbuhan larva, kakap putih (lates calcarifer)
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH PENGAYAAN ROTIFERA DENGAN TEPUNG IKAN TERI TERHADAP PERTUMBUHAN LARVA IKAN KAKAP PUTIH (LATES CALCARIFER). Banda Aceh Fakultas Kelautan dan perikanan,2026
Baca Juga : PENGAYAAN ROTIFERA DENGAN TEPUNG DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP PERTUMBUHAN LARVA IKAN KAKAP PUTIH (LATES CALCARIFER) (ULFI SIDQI, 2025)
Abstract
This study investigated the effect of rotifer enrichment using anchovy fish meal on the growth performance of barramundi larvae (Lates calcarifer). The objective of this study was to evaluate the effect of anchovy fish meal–enriched rotifers and to determine the optimum dosage to support larval growth. The experiment was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments, namely P1 (0 g/L), P2 (4 g/L), P3 (6 g/L), and P4 (8 g/L), each with four replications. Observed parameters included absolute length growth, absolute weight gain, survival rate, and proximate composition of rotifers. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) followed by Duncan’s multiple range test at a 95% confidence level. The results showed that rotifer enrichment with anchovy fish meal had a significant effect (P0.05) on survival rate. The best performance was obtained in treatment P3 (6 g/L), which resulted in an absolute length growth of 0.50 ± 0.021 cm and an absolute weight gain of 0.14 ± 0.017 g. The survival rate of larvae ranged from 83.50% to 95.00%. In conclusion, the enrichment dosage of 6 g/L anchovy fish meal was considered the optimum concentration to enhance the nutritional quality of rotifers and promote the growth of barramundi larvae. Keywords : rotifer, anchovy fish meal, feed enrichment, larval growth, barramundi (Lates calcarifer)
Baca Juga : TEKNIK PENDEDERAN BENIH IKAN KAKAP PUTIH (LATES CALCARIFER) DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU UJUNG BATEE (Alhafidh, 2024)