Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
NAURAH SYIFA, PERAN CEH DALAM PERMAINAN DIDONG JALU. Banda Aceh Fakultas KIP Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1),2026

Abstrak naurah syifa. (2025). peran ceh dalam permainan didong jalu. [skripsi. universitas syiah kuala]. dibawah bimbingan dr. rida safuan selian, s.pd., m.pd. dan ramdiana, s.sn., m.sn. penelitian ini membahas peranan ceh dalam pertunjukan didong jalu, salah satu kesenian tradisional masyarakat gayo di takengon. fokus penelitian adalah mengidentifikasi berbagai dimensi peran ceh, mulai dari kepemimpinan artistik, pengendalian ritme dan strategi permainan, hingga fungsi komunikasi budaya dan manajemen kelompok, serta hubungannya dengan nilai sosial dan budaya masyarakat gayo. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptifanalitis, dengan metode observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan ceh, anggota kelompok, dan tokoh adat, serta dokumentasi pertunjukan sebagai teknik pengumpulan data. analisis data dilakukan secara tematik untuk menggali makna sosial, budaya, dan strategis dari peran ceh dalam pertunjukan didong jalu. hasil penelitian menunjukkan bahwa peran ceh bersifat multidimensi dan sentral dalam kelangsungan pertunjukan. ceh berperan sebagai pemimpin artistik yang menyusun dan membawakan syair, pengatur ritme dan tempo permainan, serta penyusun strategi jalu untuk menghadapi kelompok lawan. selain itu, ceh bertindak sebagai komunikator budaya yang menyampaikan nilai moral, kritik sosial, dan humor melalui syair, sekaligus mengelola anggota kelompok agar pertunjukan berjalan harmonis. peranan ceh tidak hanya bersifat individual, tetapi juga mencerminkan ekspektasi sosial dan norma budaya gayo, sejalan dengan teori peran ralph linton yang menyatakan bahwa status sosial membawa seperangkat hak dan kewajiban yang harus dijalankan oleh individu. kesimpulan penelitian menegaskan bahwa ceh memiliki posisi strategis dalam menjaga, mengembangkan, dan melestarikan didong jalu. peran yang dijalankan ceh mencakup aspek artistik, sosial, dan kultural, sehingga kesenian ini tetap relevan sebagai media ekspresi budaya dan instrumen sosial. penelitian ini juga memberikan saran bagi pelaku seni, masyarakat, pemerintah, dan peneliti selanjutnya untuk mendukung keberlanjutan tradisi didong jalu melalui pelatihan, dokumentasi, partisipasi aktif, dan kajian interdisipliner. kata kunci: didong jalu, ceh, peran, budaya gayo, teori peran, pertunjukan tradisional.


Baca Juga : ANALISIS GAYA BAHASA DALAM DIDONG GAYO ACEH TENGAH (Sari Rahmah, 2021)


Abstract

ABSTRACT Naurah Syifa. (2025). The Role of Ceh in the Didong Jalu Game. [Thesis. Syiah Kuala University]. Under the guidance of Dr. Rida Safuan Selian, S.Pd., M.Pd. and Ramdiana, S.Sn., M.Sn. This study discusses the role of ceh in Didong Jalu performances, one of the traditional arts of the Gayo people in Takengon. The focus of the study is to identify the various dimensions of ceh's role, ranging from artistic leadership, rhythm control and game strategy, to cultural communication and group management functions, as well as its relationship with the social and cultural values of the Gayo people. This study uses a descriptive-analytical qualitative approach, with participatory observation, in-depth interviews with ceh, group members, and traditional leaders, as well as performance documentation as data collection techniques. Data analysis was conducted thematically to explore the social, cultural, and strategic meanings of the role of ceh in Didong Jalu performances. The results of the study show that the role of ceh is multidimensional and central to the continuity of the performance. Ceh acts as an artistic leader who composes and recites poetry, regulates the rhythm and tempo of the game, and devises jalu strategies to face opposing groups. In addition, the ceh acts as a cultural communicator who conveys moral values, social criticism, and humor through poetry, while also managing group members to ensure the performance runs harmoniously. The role of the ceh is not only individual in nature, but also reflects the social expectations and cultural norms of the Gayo, in line with Ralph Linton's role theory, which states that social status carries a set of rights and obligations that must be carried out by individuals. The conclusion of the study confirms that ceh has a strategic position in maintaining, developing, and preserving Didong Jalu. The role played by ceh covers artistic, social, and cultural aspects, so that this art form remains relevant as a medium of cultural expression and a social instrument. This research also provides recommendations for artists, communities, governments, and future researchers to support the sustainability of the Didong Jalu tradition through training, documentation, active participation, and interdisciplinary studies. Keywords: Didong Jalu, ceh, role, Gayo culture, role theory, traditional performance.



    SERVICES DESK