Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Azrul Rahmat Fadillah, PEMODELAN NUMERIK PEMBANGKITAN GELOMBANG TSUNAMI AKIBAT LONGSORAN BAWAH LAUT MENGGUNAKAN DUALSPHYSICS. Banda Aceh Fakultas Teknik,2026

Tsunami yang terjadi di teluk palu pada 28 september 2018 merupakan fenomena yang kompleks, di mana gempa bumi berkekuatan mw 7,5 memicu longsoran bawah laut yang berkontribusi signifikan terhadap tinggi dan propagasi gelombang tsunami. pemodelan numerik menjadi alat penting dalam memahami mekanisme kejadian ini, tetapi keakuratannya dalam mereproduksi ketinggian gelombang dan waktu tiba tsunami perlu divalidasi dengan pemodelan fisik. oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menganalisis model numerik guna mereplikasi fenomena tsunami akibat longsoran bawah laut serta mengevaluasi kesesuaian hasil simulasi dengan data pemodelan fisik. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah simulasi berbasis smoothed particle hydrodynamics (sph) menggunakan perangkat lunak dualsphysics. hasil simulasi numerik akan dibandingkan dengan data eksperimen fisik untuk menilai akurasi model dalam mereproduksi parameter utama tsunami. hasil analisis root mean square error (rmse) menunjukkan tingkat kesesuaian yang baik antara model numerik dan model fisik, dengan nilai rata-rata antara 0.02 – 0.06, yang mengindikasikan tingkat kesalahan rendah dalam prediksi tinggi gelombang. kedalaman awal pelepasan longsoran memiliki pengaruh signifikan terhadap tinggi gelombang yang dihasilkan. semakin besar ketinggian awal longsoran, semakin besar energi yang dilepaskan ke kolom air, menghasilkan gelombang dengan amplitudo lebih tinggi. sebaliknya, hubungan antara ketinggian awal longsoran dan estimated time of arrival (eta) tidak menunjukkan pola yang konsisten. korelasi lemah ditemukan pada sebagian besar titik pengamatan, menandakan bahwa kedalaman awal longsoran tidak secara signifikan memengaruhi waktu tiba gelombang. secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dualsphysics mampu merepresentasikan fenomena pembangkitan gelombang tsunami akibat longsoran bawah laut secara akurat, serta memberikan pemahaman lebih baik mengenai pengaruh kedalaman longsoran terhadap dinamika pembentukan dan propagasi gelombang tsunami di perairan sempit seperti teluk palu. kata kunci: pemodelan numerik, tsunami, longsoran bawah laut, dualsphysics, sph



Abstract

The tsunami that occurred in Palu Bay on September 28, 2018, was a complex phenomenon in which a magnitude Mw 7.5 earthquake triggered a submarine landslide that significantly contributed to the height and propagation of the tsunami waves. Numerical modeling serves as an essential tool to understand the mechanisms of this event; however, its accuracy in reproducing the tsunami wave height and arrival time must be validated against physical modeling. Therefore, this study aims to develop and analyze a numerical model to replicate the tsunami generation caused by a submarine landslide and to evaluate the agreement between numerical simulation results and physical model data. The method used in this research is a simulation based on the Smoothed Particle Hydrodynamics (SPH) approach using the DualSPHysics software. The numerical simulation results were compared with physical experimental data to assess the model’s accuracy in reproducing key tsunami parameters. The Root Mean Square Error (RMSE) analysis shows a good level of agreement between the numerical and physical models, with an average value ranging from 0.02 to 0.06, indicating a low prediction error in wave height estimation. The initial release depth of the landslide has a significant influence on the resulting wave height. The greater the initial landslide elevation, the more energy is transferred to the water column, producing waves with higher amplitudes. Conversely, the relationship between the initial landslide depth and the Estimated Time of Arrival (ETA) does not exhibit a consistent trend. Weak correlations were found at most observation points, suggesting that the initial landslide depth does not significantly affect the wave arrival time. Overall, the results indicate that DualSPHysics effectively represents the tsunami generation mechanism caused by submarine landslides and provides a better understanding of how landslide depth influences the dynamics of wave formation and propagation in confined water bodies such as Palu Bay. Keywords: Numerical modeling, tsunami, submarine landslide, DualSPHysics, SPH



    SERVICES DESK