Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
FATIYA ZAMIRA, NILAI - NILAI PENDIDIKAN DALAM TARI MEUSARE SAREE SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA ACEH. Banda Aceh Fakultas KIP Pendidikan Sendratasik,2026

Abstrak fatiya zamira (2025) nilai-nilai pendidikan dalam tari meusare saree sebagai identitas budaya aceh. skripsi universitas syiah kuala. dibawah bimbingan ramdiana, s.sn., m.sn dan cut zuriana, s.pd., m.pd. penelitian ini mengkaji nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam tari meusare saree sebagai identitas budaya aceh. tari meusare saree merupakan tari kreasi berpolakan tradisi yang merepresentasikan kehidupan sosial masyarakat aceh, khususnya nilai kebersamaan dan gotong royong dalam aktivitas bertani dan melaut. tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam tari meusare saree sebagai bentuk pendidikan karakter berbasis budaya lokal. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. subjek penelitian meliputi seniman aceh, pengelola sanggar budaya aceh nusantara (buana), serta penari tari meusare saree. analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. hasil penelitian menunjukkan bahwa tari meusare saree mengandung lima nilai utama pendidikan, yaitu: (1) nilai kebersamaan yang tercermin dalam gerak kelompok dan pola lantai yang dilakukan secara serempak; (2) nilai gotong royong yang diwujudkan melalui gerakan simbolis aktivitas menanam padi, menumbuk padi, dan menarik jala; (3) nilai saling menghargai yang tampak dalam interaksi harmonis antarpenari dan pembagian peran; (4) nilai disiplin yang terlihat dari ketepatan gerak, irama, serta proses latihan; dan (5) nilai estetika yang tercermin melalui keselarasan gerak, iringan musik, busana, dan properti tari. nilai-nilai tersebut selaras dengan teori pendidikan karakter thomas lickona yang meliputi moral knowing, moral feeling, dan moral action. kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tari meusare saree tidak hanya berfungsi sebagai seni pertunjukan, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter yang efektif dalam memperkuat identitas budaya aceh berbasis kearifan lokal. kata kunci: tari meusare saree, nilai pendidikan, pendidikan karakter, budaya aceh.


Baca Juga : KAJIAN ETNOGRAFI TARI SILEK GELOMBANG DI KABUPATEN SIMEULUE (Anggi Rigia Anandari, 2025)


Abstract

ABSTRCT Fatiya Zamira (2025). Character Education Values in the Meusare Saree Dance as Acehnese Cultural Identity. Undergraduate Thesis, Universitas Syiah Kuala. Supervised by Ramdiana, S.Sn., M.Sn., and Cut Zuriana, S.Pd., M.Pd. This study examines the educational values embedded in the Meusare Saree Dance as an expression of Acehnese cultural identity. The Meusare Saree Dance is a traditional-based creative dance that represents the social life of Acehnese society, particularly the values of togetherness and mutual cooperation in farming and fishing activities. This research aims to describe and explain the educational values contained in the Meusare Saree Dance as a form of character education based on local culture. This research employs a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The research subjects include Acehnese artists, administrators of the Aceh Nusantara Cultural Studio (Buana), and Meusare Saree dancers. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the Meusare Saree Dance contains five main educational values: (1) togetherness, reflected in synchronized group movements and floor patterns; (2) mutual cooperation (gotong royong), symbolized through movements of planting rice, pounding rice, and pulling fishing nets; (3) respect, shown in harmonious interactions and role awareness among dancers; (4) discipline, evident in movement precision, rhythm accuracy, and training processes; and (5) aesthetics, expressed through harmony in movement, musical accompaniment, costumes, and dance properties. These values align with Thomas Lickona’s character education framework, which includes moral knowing, moral feeling, and moral action. In conclusion, the Meusare Saree Dance functions not only as a cultural performance but also as an effective medium for character education that strengthens Acehnese cultural identity through local wisdom. Keywords: Meusare Saree Dance, educational values, character education, Acehnese culture.



    SERVICES DESK