Menurunnya pemahaman generasi muda terhadap nilai dan simbol pelaminan adat jamee menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan tradisi budaya di kabupaten aceh selatan. tradisi meracu tunggang baliak dan meracu dua tidak hanya berfungsi sebagai hiasan dalam upacara pernikahan, tetapi juga mengandung nilai religius, sosial, dan filosofis yang mencerminkan identitas budaya masyarakat aneuk jamee. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran masyarakat dalam mempertahankan dan melestarikan tradisi pelaminan adat jamee dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta analisis data model miles dan huberman. hasil penelitian menunjukkan bahwa meracu tunggang baliak dilaksanakan pada upacara adat penuh dengan struktur pelaminan yang megah dan sarat simbol, sedangkan meracu dua dilakukan secara lebih sederhana namun tetap mengandung makna religius dan sosial yang mendalam. pelestarian tradisi ini dijalankan melalui peran tokoh adat sebagai penjaga nilai dan makna budaya, perempuan sebagai pelaku utama dalam proses meracu, generasi muda sebagai penerus tradisi, serta dukungan pemerintah daerah melalui kegiatan promosi dan festival budaya. kesimpulannya, pelaminan adat jamee merupakan warisan budaya yang memiliki nilai simbolik, estetika, dan spiritual yang mencerminkan filosofi hidup serta struktur sosial masyarakat jamee. tradisi meracu dua bentuknya mengandung nilai gotong royong, penghormatan terhadap adat, dan keseimbangan dalam rumah tangga. meskipun peran masyarakat masih kuat dalam menjaga keberlangsungan tradisi, menurunnya pemahaman generasi muda menuntut adanya upaya pelestarian dan regenerasi nilai-nilai adat agar tradisi ini tetap lestari dan mampu bertahan di tengah arus modernisasi. kata kunci : meracu tunggang baliak, meracu dua, pelaminan adat jamee, peran masyarakat, pelestarian budaya.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
MERACU TUNGGANG BALIAK DAN MERACU DUA PADA TRADISI PELAMINAN ADAT JAMEE DI KABUPATEN ACEH SELATAN. Banda Aceh Fakultas KIP Pendidikan Sendratasik,2026
Baca Juga : BENTUK PELAMINAN SUKU ANEUK JAMEE DI KAMPUNG PINANG KECAMATAN SUSOH KABUPATEN ACEH BARAT DAYA (fakhrianur, 2014)
Abstract
The declining understanding of the younger generation regarding the values and symbols of the Jamee traditional wedding stage (Pelaminan Adat Jamee) poses a serious threat to the continuity of local cultural traditions in South Aceh Regency. The Meracu Tunggang Baliak and Meracu Dua traditions are not merely decorative elements in wedding ceremonies but also embody religious, social, and philosophical meanings that reflect the cultural identity of the Aneuk Jamee community. This study aims to identify the community’s role in preserving and maintaining the Jamee traditional wedding stage using a descriptive qualitative approach through observation, in-depth interviews, and documentation, followed by data analysis using the Miles and Huberman model. The findings reveal that Meracu Tunggang Baliak is performed during traditional wedding ceremonies with a grand and symbolic stage structure, while Meracu Dua is conducted in a simpler form yet retains profound religious and social significance. The preservation of this tradition is carried out through the collective roles of customary leaders as guardians of cultural values and meanings, women as the main actors in the Meracu process, the younger generation as heirs of the tradition, and local government support through cultural promotion and festivals. In conclusion, the Jamee traditional wedding stage represents a cultural heritage rich in symbolic, aesthetic, and spiritual values that reflect the life philosophy and social structure of the Jamee community. The Meracu tradition, in both of its forms, embodies values of mutual cooperation, respect for customary norms, and household harmony. Although community participation remains strong in safeguarding this tradition, the decreasing understanding among the younger generation demands greater efforts in cultural preservation and regeneration to ensure the continuity of this heritage amid the challenges of modernization. Keywords: Jamee Traditional Wedding Stage, Meracu Tradition, Cultural Preservation
Baca Juga : PENATAAN PELAMINAN MODERN DENGAN PAKAIAN PENGANTIN ADAT ACEH (KHANSA ASHILA, 2021)