Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Aisyah Kumala, KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA PENGOBAT TRADISIONAL DENGAN PASIEN DI KABUPATEN ACEH SINGKIL. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2026

Pengobatan tradisional masih menjadi pilihan utama sebagian masyarakat di kabupaten aceh singkil, terutama karena kedekatan budaya, kepercayaan, dan kenyamanan dalam berkomunikasi dengan pengobat tradisional. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan pola komunikasi interpersonal antara pengobat tradisional dan pasien di kabupaten aceh singkil. jenis penelitian ini adalah mixed method (kualitatif dan deskriptif) dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap pengobat serta pasien. teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampel jenuh, dengan jumlah partisipan sebanyak 15 (lima belas) orang, yang terdiri atas 6 (enam) pengobat tradisional dan 9 (sembilan) pasien di desa pulo sarok, kabupaten aceh singkil. hasil penelitian memperlihatkan bahwa komunikasi interpersonal antara pengobat tradisional dan pasien berlangsung dalam suasana kekeluargaan, didukung oleh penggunaan bahasa daerah, pemilihan kata yang sederhana, serta penjelasan melalui perumpamaan dan contoh kehidupan sehari-hari. pola komunikasi mengikuti tahapan greet–invite–discuss, dimana pengobat membangun hubungan yang hangat, menggali keluhan pasien melalui pertanyaan terbuka, kemudian memberikan penjelasan pengobatan secara jelas dan mudah dipahami. selain itu, pengobat tradisional menunjukkan sikap profesional dengan merujuk pasien ke fasilitas kesehatan modern apabila kondisi berada di luar batas kompetensinya. secara keseluruhan, komunikasi interpersonal antara pengobat tradisional dan pasien di aceh singkil mencerminkan hubungan yang egaliter, harmonis, dan sangat dipengaruhi oleh nilai budaya lokal. kata kunci : komunikasi interpersonal, pengobat tradisional, pasien, budaya lokal, aceh singkil



Abstract

Traditional medicine remains the primary choice for a portion of the community in Aceh Singkil District, mainly due to cultural closeness, trust, and comfort in communicating with traditional healers. This study aims to identify the forms and patterns of interpersonal communication between traditional healers and patients in Aceh Singkil District. This research uses a mixed-method design (qualitative and descriptive), with data collected through in-depth interviews and observations involving healers and patients. The findings show that interpersonal communication between traditional healers and patients occurs in a familial atmosphere, supported by the use of local language, simple word choices, and explanations delivered through analogies and examples from daily life. The communication pattern follows the greet–invite–discuss sequence, in which the healer builds a warm rapport, explores patient complaints through open-ended questions, and then provides clear and easily understandable treatment explanations. Furthermore, traditional healers demonstrate professionalism by referring patients to modern healthcare facilities when conditions exceed their scope of competence. Overall, the interpersonal communication between traditional healers and patients in Aceh Singkil reflects an egalitarian and harmonious relationship strongly influenced by local cultural values. Keywords : interpersonal communication, traditional healer, patient, local culture, Aceh Singkil



    SERVICES DESK