Stres merupakan respons fisiologis dan psikologis yang timbul ketika tuntutan lingkungan melebihi kemampuan individu dalam melakukan adaptasi. mahasiswa kedokteran gigi memiliki risiko tinggi mengalami stres akibat beban akademik yang berat, yang dapat memengaruhi kesehatan orofasial, termasuk memicu terjadinya temporomandibular disorder (tmd). penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan temporomandibular disorder (tmd) pada mahasiswa preklinik fakultas kedokteran gigi universitas syiah kuala angkatan 2025. penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang yang melibatkan 79 responden melalui teknik total sampling. tingkat stres diukur menggunakan student-life stress inventory (ssi), sedangkan tmd diukur menggunakan fonseca anamnestic index (fai). variabel dianalisis menggunakan uji chi-square dan korelasi spearman. hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stres ringan (82,3%) dan tmd ringan (40,5%). uji chi-square menunjukkan hubungan bermakna antara tingkat stres dan tmd (p = 0,000), sedangkan uji spearman menunjukkan korelasi positif berkekuatan sedang (r = 0,393; p = 0,000), yang mengindikasikan bahwa peningkatan stres berkaitan dengan peningkatan keparahan tmd. disimpulkan bahwa tingkat stres berhubungan signifikan dengan tmd pada mahasiswa preklinik fakultas kedokteran gigi universitas syiah kuala.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN STRES DENGAN TEMPOROMANDIBULAR DISORDER PADA MAHASISWA PREKLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SYIAH KUALA. Banda Aceh Fakultas Kedokteran Gigi,2026
Baca Juga : HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN COMPULSIVE BUYING DISORDER PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SYIAH KUALA (Aqila, 2025)
Abstract
Stress is a physiological and psychological response that arises when environmental demands exceed an individual’s adaptive capacity. Dental students are at high risk of experiencing stress due to heavy academic workloads, which may affect orofacial health and contribute to the development of Temporomandibular Disorder (TMD). This study aimed to determine the relationship between stress levels and Temporomandibular Disorder (TMD) among preclinical dental students of the Faculty of Dentistry, Syiah Kuala University, class of 2025. This analytic observational study used a cross-sectional design and involved 79 respondents selected through total sampling. Stress levels were assessed using the Student-Life Stress Inventory (SSI), while TMD was evaluated using the Fonseca Anamnestic Index (FAI). Data were analyzed using the Chi-Square test and Spearman correlation. The results showed that most respondents experienced mild stress (82.3%) and mild TMD (40.5%). The Chi-Square test indicated a significant association between stress levels and TMD (p = 0.000), while the Spearman correlation test demonstrated a positive moderate correlation (r = 0,393; p = 0.000), suggesting that higher stress levels are associated with increased TMD severity. It is concluded that stress levels are significantly associated with temporomandibular disorder (TMD) among preclinical students of the Faculty of Dentistry, Syiah Kuala University.