Desa lamkleng rentan terhadap longsor akibat kondisi geologi yang tidak stabil (material longsor dan lereng curam) serta aktivitas manusia dan curah hujan yang tinggi. faktor pemicu utama longsor adalah kombinasi kemiringan lereng, kandungan air pada tanah yang tinggi, dan aktivitas antropogenik (dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan). penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan dan bidang gelincir jenis translasi dengan mengaplikasikan metode ground penetrating radar (gpr) konfigurasi frekuensi ganda (250 mhz dan 700 mhz) pada empat lintasan. hasil akuisisi dan pengolahan data menunjukkan keberhasilan gpr dalam memetakan bidang gelincir pada kedalaman 0,4–2,0 m dengan resolusi tinggi. struktur bawah permukaan didominasi material lepas (lempung, pasir, aluvium) yang bersifat mudah jenuh air, dengan kecepatan gelombang elektromagnetik 0,08–0,12 m/ns. hasil ini konsisten dengan studi sebelumnya dan dapat menjadi acuan mitigasi longsor di desa lamkleng, aceh besar, aceh, indonesia. kata kunci: gpr, longsor, bidang gelincir, struktur bawah permukaan, mitigasi bencana.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
IDENTIFIKASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN TERDAMPAK TANAH LONGSOR MENGGUNAKAN METODE GROUND PENETRATING RADAR (GPR) DI DESA LAMKLENG, ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas Teknik Geofisika,2026
Baca Juga : IDENTIFIKASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN TANAH LAHAN PERTANIAN DI KAWASAN LEMBAH SEULAWAH MENGGUNAKAN METODE GROUND PENETRATING RADAR (GPR) (Dian Mutiara Putri, 2024)
Abstract
Lamkleng Village is prone to landslides due to unstable geological conditions (landslide material and steep slopes) as well as human activity and high rainfall. The primary triggers of landslides are a combination of slope inclination, high soil moisture content, and anthropogenic activity (the impact of human activities on the environment). This study aims to identify subsurface structures and translational slip planes by applying the dual-frequency (250 MHz and 700 MHz) Ground Penetrating Radar (GPR) method on four tracks. The results of data acquisition and processing demonstrated the success of GPR in mapping slip planes at depths of 0.4–2.0 m with high resolution. The subsurface structure was dominated by loose materials (clay, sand, alluvium) that were easily saturated with water, with electromagnetic wave velocities of 0.08–0.12 m/ns. These results were consistent with previous studies and could be used as a reference for landslide mitigation in Lamkleng Village, Aceh Besar, Aceh, Indonesia. Keywords: GPR, landslide, Slip Surfaces, Subsurface Structures, Disaster Mitigation
Baca Juga : IDENTIFIKASI PATAHAN MENGGUNAKAN METODE GROUND PENETRATING RADAR (GPR) DI KABUPATEN ACEH BARAT DAYA (HAFIZIL AUFAR, 2025)