Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    DISSERTATION
Azhari, ANALISIS SPASIAL DAN IDENTIFIKASI FAKTOR RISIKO PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI ACEH: STRUCTURAL EQUATION MODELING. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2026

Latar belakang: aceh merupakan salah satu provinsi dengan prevalensi stunting yang tinggi. analisis data spasial merupakan upaya untuk memetakan secara geografis skala masalah stunting dan menganalisis intervensi yang dilakukan. peraturan presiden nomor 72 tahun 2021 menyatakan bahwa intervensi spesifik di sektor kesehatan, yang memiliki beberapa indikator kinerja program yang berdampak pada penurunan stunting. tujuan: studi ini bertujuan untuk menganalisis penyebaran stunting, hubungan antara prevalensi stunting dan cakupan kinerja program intervensi spesifik serta mengidentifikasi prioritas intervensi yang efektif untuk mengurangi stunting di aceh. metode: desain cross-sectional dengan data sekunder dari survei status gizi indonesia ssgi 2022 dan menggunakan data dinas kesehatan provinsi aceh. analisis data dengan analisis autokorelasi, uji regresi linier dan stuctur ecuation modeling (sem) untuk melihat hubungan antara prevalensi stunting dan cakupan intervensi stunting berdasarkan kabupaten/kota hasil: hasil penelitian menunjukkan adanya pola clustering, walau secara statistik tidak bermakna. namun dari hasil analisis autokorelasi didapatkan bahwa kabupaten singkil dan kota subbulussalam merupakan kabupaten yang menjadi prioritas intervensi. hasil analisis terhadap capaian indikator spesifik menunjukkan ada hubungan antara makanan tambahan untuk ibu hamil dengan prevalensi stunting (p=0.040), sementara untuk variabel lain tidak terdapat hubungan yang signifikan antara suplemen besi untuk ibu hamil (p=0.961), suplemen besi untuk remaja putri (p=0.066), menyusui eksklusif (p=0.559), makanan tambahan untuk anak kurus (p=0.347), pemantauan pertumbuhan (p=0.318), dan imunisasi dasar (p=0.219) serta analisis sem mengidentifikasi enam penentu stunting yang signifikan secara statistik (p < 0,001). kondisi kelahiran merupakan prediktor yang paling dominan, dengan statistik-t tertinggi (t = 10.541). penentu yang kuat antara lain kondisi sakit (t = 5.887), asi eksklusif (t = 5.074), kehamilan (t = 4.061), dan infeksi (t = 3.873). pencegahan stunting yang efektif membutuhkan pola kepemimpinan kuat kolaborasi lintas sektor, implementasi berbasis konteks lokal, dan penguatan institusi. kesimpulan: secara statistik, pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil secara signifikan terkait dengan insidensi stunting. upaya untuk mempercepat penurunan stunting di aceh harus menekankan pada pencegahan berat badan lahir rendah, penguatan perawatan antenatal dini dan berkualitas tinggi, mengurangi penyakit menular pada anak, mempromosikan asi eksklusif, dan menerapkan strategi yang ditargetkan untuk mengurangi stunting. temuan ini menyoroti peran krusial intervensi spesifik dalam penyusunan dan implementasi kebijakan. kata kunci: stunting, intervensi gizi spesifik, sem, prioritas intervensi



Abstract

ABSTRACT Background: Aceh is one of the provinces with a high prevalence of stunting. Spatial data analysis involves mapping the geographical scale of stunting problems and analyzing the interventions implemented. Presidential Regulation Number 72 of 2021 states that specific interventions in the health sector, which have several program performance indicators, aim to reduce stunting. Objective: This study aimed to analyze the prevalence of stunting, the relationship between stunting prevalence and the performance coverage of specific intervention programs, and identify effective intervention priorities to reduce stunting in Aceh. Methods: Cross-sectional design with secondary data from the 2022 SSGI Indonesian Nutrition Status Survey and using data from the Aceh Provincial Health Office. Data analysis with autocorrelation analysis, linear regression test, and structural equation modeling (SEM) to see the relationship between stunting prevalence and stunting intervention coverage by district/city Results: The results of the study showed that there was a clustering pattern, although statistically meaningless. However, from the results of the Autocorrelation analysis, it was found that Singkil Regency and Subbulussalam City are the districts that are priority for intervention. The results of the analysis of the achievement of specific indicators showed that there was a relationship between dietary supplements for pregnant women and the prevalence of stunting (p=0.040), while for other variables there was no significant relationship between iron supplements for pregnant women (p=0.961), iron supplements for adolescent girls (p=0.066), exclusive breastfeeding (p=0.559), dietary supplements for thin children (p=0.347), Growth Monitoring (p=0.318), and Basic Immunization (p=0.219) and SEM Analysis identified six statistically significant determinants of stunting (p < 0.001). Birth condition was the most dominant predictor, with the highest t-statistic (t = 10,541). Strong determinants include sick conditions (t = 5,887), exclusive breastfeeding (t = 5,074), pregnancy (t = 4,061), and infection (t = 3,873). Effective stunting prevention requires strong leadership patterns of cross-sectoral collaboration, local context-based implementation, and institutional strengthening. Conclusion: Statistically, supplemental feeding for pregnant women is significantly associated with stunting incidence. Efforts to accelerate stunting reduction in Aceh should emphasize on preventing low birth weight, strengthening early and high-quality antenatal care, reducing infectious diseases in children, promoting exclusive breastfeeding, and implementing targeted strategies to reduce stunting findings highlight the crucial role of specific interventions in policy formulation and implementation Keywords: Stunting, Specific Nutrition Interventions, SEM, Priority Intervention



    SERVICES DESK