Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita yang masih tergolong tinggi dan membutuhkan perhatian khusus di kabupaten aceh besar. pengetahuan dan perilaku ibu dalam pemberian asi eksklusif dan makanan pendamping asi (mpasi) berperan penting dalam pemenuhan gizi anak. tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengetahuan dan perilaku ibu dalam memberikan asi eksklusif dan mp-asi pada balita stunting di wilayah kerja puskesmas aceh besar. penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif pada 83 responden yang dipilih melalui purposive sampling. data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan, kuesioner perilaku asi eksklusif, dan iycf monitoring tool. hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan baik tentang asi eksklusif (98,8%) dan mp-asi (100%). namun, perilaku pemberian asi eksklusif sebagian besar tidak mencapai target (53%) dan praktik mp-asi sebagian besar juga tidak mencapai target (89.2%). temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan perilaku ibu dengan praktik pemberian asi eksklusif dan mp-asi, yang mengindikasikan bahwa pengetahuan yang baik belum tentu diikuti oleh penerapan perilaku yang sesuai. hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi layanan kesehatan dalam meningkatkan pemantauan praktik pemberian asi eksklusif dan mp-asi.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN MP-ASI PADA BALITA STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas Keperawatan,2026
Baca Juga : HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JEULINGKE BANDA ACEH (Erfiana, 2021)
Abstract
Stunting among toddlers remains a chronic nutritional problem and is prevalent, requiring special attention in Aceh Besar Regency. Maternal knowledge and behavior regarding exclusive breastfeeding and complementary feeding (CF) are crucial for meeting children’s nutritional needs. This study aimed to describe maternal knowledge and behavior regarding exclusive breastfeeding and complementary feeding among stunted toddlers in the working area of Aceh Besar Community Health Centers. This study employed a quantitative descriptive design involving 83 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using a maternal knowledge questionnaire, an exclusive breastfeeding behavior questionnaire, and the Infant and Young Child Feeding (IYCF) monitoring tool. The results showed that the majority of mothers had good knowledge of exclusive breastfeeding (98.8%) and complementary feeding (100%). However, most mothers did not meet the recommended targets for exclusive breastfeeding (53%) or complementary feeding (89.2%). These findings indicate a gap between maternal knowledge and behavior in the implementation of exclusive breastfeeding and complementary feeding practices, suggesting that adequate knowledge is not necessarily translated into appropriate behavior. The results of this study are expected to serve as a basis for healthcare services to enhance monitoring and supervision of exclusive breastfeeding and complementary feeding practices.