Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
DELLA MELVINA, ETNOBOTANI TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK UPACARARNADAT BERDASARKAN MARGA DI SUKU KARO PADA KAWASANRNTANGKAHAN, KABUPATEN LANGKAT,RNPROVINSI SUMATERA UTARA. Banda Aceh Fakultas KIP Pendidikan Biologi,2026

Indonesia merupakan salah satu negara megabiodiversity dengan tingkat keanekaragaman tumbuhan yang sangat tinggi, yaitu sekitar 30.000 spesies dari 400.000 spesies dunia. kekayaan ini tidak hanya bernilai ekologis, tetapi juga memiliki fungsi sosial dan budaya, terutama dalam upacara adat. kajian etnobotani penting dilakukan untuk memahami interaksi masyarakat dengan tumbuhan dalam konteks tradisi dan pelestarian kearifan lokal. penelitian ini dilaksanakan pada masyarakat suku karo di kawasan tangkahan, kabupaten langkat, sumatera utara, dengan tujuan mengidentifikasi spesies tumbuhan yang digunakan dalam upacara adat berdasarkan marga serta memahami makna simbolisnya. metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan observasi langsung di lapangan; wawancara dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan anggota masyarakat, dokumentasi lapangan serta identifikasi spesies tumbuhan yang ditemukan. hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 14 spesies tumbuhan dari 12 familia yang digunakan dalam upacara adat seperti pernikahan, penyambutan bayi, kematian, peresmian rumah baru, dan pemberian marga. empat spesies utama yang selalu ada dalam upacara adat suku karo adalah sirih (piper betle), pinang (areca catechu), gambir (uncaria gambir), dan tembakau (nicotiana tabacum). tumbuhan ini ditata dalam wadah kampil dan dikunyah bersama sebagai simbol penghormatan, persaudaraan, keteguhan, dan pengorbanan. temuan ini menegaskan bahwa pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat karo tidak sekadar memenuhi syarat adat, melainkan juga mencerminkan kearifan lokal dalam menjaga harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas. kata kunci: etnobotani, kampil, megabiodiversity, suku karo, upacara adat.



Abstract

Indonesia is one of the world’s megabiodiversity countries, with a very high level of plant diversityaround 30,000 species out of the world’s 400,000 plant species. This richness is not only of ecological value but also holds social and cultural significance, especially in traditional ceremonies. Ethnobotanical studies are essential to understand the interactions between communities and plants within the context of tradition and the preservation of local wisdom. This research was conducted among the Karo ethnic community in the Tangkahan area, Langkat Regency, North Sumatra, with the aim of identifying plant species used in traditional ceremonies based on clan lineage and understanding their symbolic meanings. The study employed a descriptive qualitative approach through direct field observations, interviews with traditional leaders, community elders, and local residents, field documentation, and identification of plant species found. The results show that there are 14 plant species from 12 families used in traditional ceremonies such as weddings, baby welcoming rituals, funerals, house inaugurations, and clangiving ceremonies. Four main plant species that are always present in Karo traditional ceremonies are betel leaf (Piper betle), areca nut (Areca catechu), gambier (Uncaria gambir), and tobacco (Nicotiana tabacum). These plants are arranged in a container called kampil and chewed together as symbols of respect, kinship, steadfastness, and sacrifice. The findings affirm that the use of plants by the Karo community is not merely to fulfill ritual requirements but also reflects local wisdom in maintaining harmony among humans, nature, and spirituality. Keywords: Ethnobotany, Kampil, Megabiodiversity, Karo Ethnic Group, Traditional Ceremony.



    SERVICES DESK