Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES
Muhammad Khalis Musri, PERILAKU KEWIRAUSAHAAN PETANI KOPI DI KABUPATEN BENER MERIAH PROVINSI ACEH. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2026

Penelitian ini mengkaji perilaku kewirausahaan petani kopi di kabupaten bener meriah, provinsi aceh, indonesia. dengan menggunakan desain kuantitatif, data dikumpulkan dari 100 petani melalui kuesioner terstruktur dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan partial least squares structural equation modeling (pls-sem). hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik individu dan lingkungan bisnis berpengaruh signifikan terhadap perilaku kewirausahaan, dengan lingkungan bisnis memberikan pengaruh paling kuat. perilaku kewirausahaan petani secara umum dikategorikan tinggi, tercermin dalam dimensi-dimensi seperti inovasi, pengambilan risiko, persistensi, dan kemandirian. sebaliknya, faktor individu dan lingkungan dinilai pada tingkat sedang, menunjukkan bahwa dukungan kelembagaan dan struktural masih terbatas. studi ini menyoroti pentingnya penguatan layanan penyuluhan, akses pasar, fasilitas keuangan, dan organisasi petani untuk meningkatkan kapasitas kewirausahaan dan memastikan keberlanjutan sistem pertanian kopi. temuan ini memberikan bukti empiris tentang dinamika perilaku kewirausahaan dalam konteks agribisnis pedesaan dan menawarkan wawasan kebijakan untuk meningkatkan daya saing di sektor kopi indonesia.



Abstract

This study examines the entrepreneurial behavior of coffee farmers in Bener Meriah Regency, Aceh Province, Indonesia. Using a quantitative design, data were collected from 100 farmers through structured questionnaires and semi-structured interviews, and then analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results show that individual characteristics and the business environment have a significant effect on entrepreneurial behavior, with the business environment exerting the strongest influence. Overall, farmers’ entrepreneurial behavior is categorized as high, as reflected in dimensions such as innovation, risk-taking, persistence, and independence. In contrast, individual factors and the business environment are assessed at a moderate level, indicating that institutional and structural support remains limited. This study highlights the importance of strengthening extension services, market access, financial facilities, and farmer organizations to enhance entrepreneurial capacity and ensure the sustainability of the coffee farming system. These findings provide empirical evidence on the dynamics of entrepreneurial behavior in a rural agribusiness context and offer policy insights to improve competitiveness in Indonesia’s coffee sector.



    SERVICES DESK