Rajungan biru (portunus pelagicus) merupakan salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomis tinggi di perairan indonesia, termasuk di alue naga, banda aceh. perbedaan morfometrik antara jantan dan betina memiliki implikasi penting dalam pengelolaan perikanan, terutama untuk menentukan ukuran tangkap yang berkelanjutan. penelitian ini dilaksanakan pada maret 2025 di perairan alue naga, kota banda aceh, dengan total 50 ekor sampel rajungan biru (25 jantan dan 25 betina). sebanyak 17 parameter morfometrik diukur menggunakan jangka sorong dan timbangan digital. data dianalisis menggunakan uji t independen untuk membandingkan perbedaan morfometrik antar jenis kelamin serta analisis diskriminan untuk mengidentifikasi parameter yang paling membedakan. hubungan panjang–berat dianalisis dengan persamaan regresi. hasil penelitian menunjukkan dari 17 parameter yang diukur, enam parameter menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,05), yaitu ab3l, ab3w, lacl, racl, frmw, dan cpl. betina memiliki abdomen lebih panjang dan lebar, sedangkan jantan menunjukkan perkembangan capit yang lebih dominan. analisis hubungan panjang–berat menunjukkan pola pertumbuhan alometrik negatif (b < 3) baik pada jantan (b = 2,54) maupun betina (b = 1,27). koefisien determinasi menunjukkan bahwa variasi berat tubuh lebih kuat dijelaskan oleh panjang karapas pada betina (r² = 0,7481) dibandingkan jantan (r² = 0,6556). perbedaan morfometrik antara jantan dan betina menunjukkan adanya dimorfisme seksual sekunder yang penting dalam aspek reproduksi dan strategi pertumbuhan. kata kunci: rajungan biru, portunus pelagicus, morfometrik, perbedaan jantan betina, alue naga.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KOMPARASI MORFOMETRIK RAJUNGAN BIRU (PORTUNUS PELAGICUS) JANTAN DAN BETINA HASIL TANGKAPAN DARI PERAIRAN ALUE NAGA, KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan perikanan,2026
Baca Juga : STUDI HASIL TANGKAPAN BUBU RAJUNGAN DI KECAMATAN MEDAN BELAWAN, SUMATERA UTARA (PARMAN ABDULLAH, 2021)
Abstract
The blue swimming crab (Portunus pelagicus) is one of the economically valuable fishery commodities in Indonesian waters, including Alue Naga, Banda Aceh. Morphometric differences between males and females have important implications for fisheries management, particularly in determining sustainable catch sizes. This study was conducted in March 2025 in the waters of Alue Naga, Banda Aceh, using a total of 50 specimens of blue swimming crab (25 males and 25 females). Seventeen morphometric parameters were measured using a caliper and digital scale. Data were analyzed using an independent t-test to compare morphometric differences between sexes and discriminant analysis to identify the most distinguishing parameters. The length–weight relationship was analyzed using regression equations. The results showed that out of 17 measured parameters, six showed significant differences (p < 0.05), namely AB3L, AB3W, LACL, RACL, FRMW, and CPL. Females had longer and wider abdomens, while males exhibited more dominant chela development. The length–weight relationship analysis indicated a negative allometric growth pattern (b < 3) for both males (b = 2.54) and females (b = 1.27). The coefficient of determination revealed that body weight variation was more strongly explained by carapace length in females (R² = 0.7481) than in males (R² = 0.6556). Morphometric differences between males and females indicate the presence of secondary sexual dimorphism, which plays an important role in reproductive aspects and growth strategies. Keywords: Blue swimming crab, Portunus pelagicus, morphometric, male–female differences, Alue Naga.
Baca Juga : DINAMIKA POPULASI SUMBERDAYA RAJUNGAN (PORTUNUS PELAGICUS) DI PERAIRAN KOTA LANGSA (MUKLIS PRASETIA, 2024)