Kehalalan produk pangan merupakan isu penting di indonesia, terutama di aceh sebagai wilayah dengan penerapan syariat islam. beberapa laporan sebelumnya menemukan adanya kontaminasi dna babi pada produk pangan olahan di berbagai daerah di indonesia, termasuk bakso. kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat dan menunjukkan diperlukan metode pemeriksaan ilmiah untuk memastikan keaslian bahan baku. penelitian ini dilakukan untuk mendeteksi keberadaan dna babi (sus scrofa) pada bakso yang dijual di pasar tradisional di wilayah banda aceh dan sekitarnya menggunakan metode polymerase chain reaction-restriction fragment length polymorphism (pcr-rflp). penelitian ini menggunakan desain deskriptif laboratorik. total 13 sampel bakso dikumpulkan melalui metode purposive sampling dari 7 pasar tradisional di kota banda aceh dan sekitarnya, yaitu pasar keutapang, lambaro, pasar setui, kampung baro, al-mahirah, rukoh, dan ulee kareng. seluruh sampel dipastikan berasal dari produsen yang berbeda. dna dari sampel bakso diekstraksi menggunakan kit komersial. pengambilan cuplikan dan ekstraksi dna dilakukan berdasarkan sni iso 21571 mengenai ekstraksi asam nukleat untuk analisis bahan pangan. amplifikasi dilakukan dengan menargetkan gen cytb dengan ukuran teoritis 359 pb. fragmen dna target lalu dipotong menggunakan enzim restriksi bsedi. kontrol positif berupa amplifikasi dna yang diektraksi dari kornet yang mengandung 60% daging babi. pemotongan bsedi pada kontrol positif menunjukkan pemotongan pada 131 pb dan 228 pb. dua sampel menunjukkan pola pemotongan pada dna sapi (320 pb dan 39 pb), sedangkan 11 sampel tidak terpotong oleh bsedi. temuan ini juga menunjukkan bahwa sampel bakso yang diuji tidak menunjukkan adanya kontaminasi atau penggunaan bahan non-halal berupa dna babi. selain itu, hasil penelitian menegaskan bahwa metode pcr-rflp dapat digunakan secara efektif untuk autentikasi daging pada produk pangan olahan, bahkan setelah proses pengolahan. kata kunci: pcr-rflp, dna, halal, babi, bakso, aceh.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
DETEKSI DNA BABI (SUS SCROFA) BERBASIS PCR-RFLP PADA BAKSO YANG BEREDAR DI PASAR TRADISIONAL DI KOTA BANDA ACEH DAN SEKITARNYA. Banda Aceh FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA,
Baca Juga : DETEKSI FORMALIN PADA IKAN ASIN YANG DIJUAL DI BEBERAPA PASAR TRADISIONAL DI KOTA BANDA ACEH (Wanda Pratama, 2022)
Abstract
Ensuring the halal status of food products is an important concern in Indonesia, especially in Aceh where Islamic law is formally implemented. Previous reports have identified the presence of porcine DNA in processed food products in several regions of Indonesia, including meatballs. This raises public concern and highlights the need for scientific verification methods to ensure the authenticity of raw materials. This study aimed to detect the presence of porcine DNA (Sus scrofa) in meatballs from traditional markets in Banda Aceh and surrounding areas using the Polymerase Chain Reaction-Restriction Fragment Length Polymorphism (PCR-RFLP) method. This research used a descriptive laboratory design. A total of 13 meatball samples were collected using purposive sampling from seven traditional markets in Banda Aceh and surrounding areas, including Keutapang, Lambaro, Setui, Kampung Baro, Al-Mahirah, Rukoh, and Ulee Kareng. All samples were confirmed were sourced from different producers. The DNA was extracted using a commercial extraction kit. Sample preparation and DNA extraction were performed according to SNI ISO 21571 concerning nucleic acid extraction for food material analysis. Amplification targeted the cytb gene with a theoretical fragment size of 359 bp. The amplified DNA then digested using the restriction enzyme BseDI. A positive control was prepared using DNA extracted from canned processed meat containing 60% pork. Digestion of the positive control showed restriction fragments at 131 bp and 228 bp. Two samples showed digestion patterns consistent with beef DNA (320 bp and 39 bp), while the remaining 11 samples were not digested by BseDI. These findings indicate that none of the analyzed meatball samples contained porcine DNA. The results also confirm that PCR-RFLP method can be effectively used to authenticate meat ingredients in processed food products, even after thermal or physical processing. Keywords: PCR-RFLP, DNA, halal, porcine, meatball, Aceh.
Baca Juga : DETEKSI FORMALIN PADA BAKSO GORENG YANG DIJUAL DIDAERAH DARUSSALAM-BANDA ACEH (Sahlan Harahap, 2015)