Balqis nabilah (2025), kesenian terbangan pada masyarakat jati rejo, kabupaten nagan raya. [skripsi, universitas syiah kuala]. dibawah bimbingan teuku hartati, s.pd., m.pd, dan ilham septian, s.pd., m.pd. penelitian ini berjudul “kesenian terbangan pada masyarakat jati rejo kabupaten nagan raya”. fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana akulturasi budaya tercermin dalam prosesi kesenian terbangan pada masyarakat jati rejo. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. lokasi penelitian dilakukan di desa jati rejo, kabupaten nagan raya, dengan subjek penelitian yaitu bapak topiran dan bapak hariono sebagai informan utama. teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta verifikasi data. hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenian terbangan di desa jati rejo merupakan wujud akulturasi antara budaya jawa dan aceh. akulturasi tersebut tampak pada prosesi adat intat linto atau intat dara baroe, di mana pengantin menggunakan pakaian adat aceh, sedangkan kesenian terbangan yang mengiringi prosesi tersebut berasal dari budaya jawa. dengan demikian, kesenian terbangan berfungsi tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai simbol perpaduan budaya yang harmonis antara masyarakat pendatang dan masyarakat lokal di desa jati rejo. kata kunci: akulturasi budaya, kesenian terbangan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KESENIAN TERBANGAN PADA MASYARAKAT JATI REJO KABUPATEN NAGAN RAYA. Banda Aceh Fakultas KIP Pendidikan Sendratasik,2026
Baca Juga : STUDI PENGETAHUAN DAN TINDAKAN MASYARAKAT TENTANG PENCEGAHAN MALARIA DI KECAMATAN SUKA MAKMUE KABUPATEN NAGAN RAYA (Fatisa Herlinda, 2014)
Abstract
Balqis Nabilah (2025), Flying Art in the Jati Rejo Community, Nagan Raya Regency. [Thesis, Syiah Kuala University]. Under the guidance of Teuku Hartati, S.Pd., M.Pd, and Ilham Septian, S.Pd., M.Pd. This research is entitled “Flying Art in the Jati Rejo Community, Nagan Raya Regency”. The focus of this research is to determine how cultural acculturation is reflected in the flying art procession in the Jati Rejo community. This research uses a qualitative approach with a case study type of research. The research was conducted in Jati Rejo Village, Nagan Raya Regency, with Mr. Topiran and Mr. Hariono as the main informants. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Data analysis involved data reduction, data presentation, and data verification. The results showed that terbangan art in Jati Rejo Village is a form of acculturation between Javanese and Acehnese cultures. This acculturation is evident in the traditional procession of intat linto or intat dara baroe, where the bride and groom wear traditional Acehnese clothing, while the terbangan art that accompanies the procession originates from Javanese culture. Thus, terbangan art serves not only as entertainment but also as a symbol of the harmonious cultural integration between the immigrant community and the local community in Jati Rejo Village. Keywords: Cultural acculturation, Terbangan art.
Baca Juga : TRANSPARANSI ANGGARAN PADA PEMERINTAH DAERAH (BUKTI EMPIRIS DARI ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN NAGAN RAYA) (Tesa Putri Purwati, 2024)