Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Karisma Yani, MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN ESTAFET BOLA DI PAUD BUNGONG SELEUPOEK. Banda Aceh Fakultas KIP,2026

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya permasalahan dalam kemampuan motorik kasar anak usia 4-5 tahun di paud bungong seleupoek banda aceh. penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia dini melalui permainan estafet bola di paud bungong seleupoek. metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (ptk) model kemmis dan mc taggart dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan sebanyak ii siklus dimana setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. tempat pelaksanaan di paud bungong seleupoek, banda aceh pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026. subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok a usia 4-5 tahun di paud bungong seleupoek yang berjumlah 7 murid yang terdiri dari anak 4 perempuan dan 3 anak laki-laki. teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, yaitu observasi terhadap guru dan anak. indikator perkembangan dalam standar tingkat pencapaian perkembangan anak (stppa) terfokus pada 3 yaitu melakukan gerakan melompat, meloncat dan berlari secara terkoordinasi, melempar sesuatu secara terarah, dan menangkap dengan tepat. hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan kemampuan motorik kasar anak setelah dilakukan permainan estafet bola yaitu pada siklus ii tindakan ii dengan peresentase sebesar 83,33%. hasil tersebut telah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu minimal 75% atau kategori berkembang sesuai harapan (bsh). dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan permainan estafet bola efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia dini. kata kunci: motorik kasar anak, permainan estafet bola, anak usia dini.



Abstract

This research was motivated by problems related to the gross motor skills of children aged 4–5 years at PAUD Bungong Seleupoek Banda Aceh. The study aims to improve early childhood gross motor skills through the ball relay game at PAUD Bungong Seleupoek. The research method used was Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis and McTaggart model with a qualitative approach, conducted in two cycles. Each cycle consisted of four stages: planning, implementation, observation, and reflection. The study took place at PAUD Bungong Seleupok Banda Aceh during the odd semester of the 2025/2026 academic year. The subjects were seven children aged 4–5 years from Class A, consisting of four girls and three boys. Data were collected through observation techniques involving both teachers and children. The developmental indicators referred to the Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA), focusing on three main aspects: performing coordinated movements such as jumping, hopping, and running; throwing objects accurately; and catching properly. The results showed an improvement in children’s gross motor skills after implementing the ball relay game, with a percentage of 83.33% in the second action of cycle II. This result exceeded the success indicator set at a minimum of 75% or the category of Developing as Expected (BSH). Therefore, it can be concluded that the application of the ball relay game is effective in improving early childhood gross motor skills. Keywords: Gross Motor Skills, Ball Relay Games, Early Childhood.



    SERVICES DESK