Studi ini bertujuan untuk menganalisis pola spasial degradasi hutan dan deforestasi di daerah aliran sungai peusangan (das peusangan) dan mengevaluasi kesesuaiannya dengan peraturan perencanaan spasial yang ada. metode yang digunakan meliputi analisis spasial menggunakan sistem informasi geografis (sig) dan interpretasi data tutupan lahan multitemporal dari tahun 2012 hingga 2024. analisis difokuskan pada perubahan luas dan jenis tutupan lahan, area degradasi hutan dan deforestasi, serta hubungan perubahan ini dengan fungsi penggunaan lahan dan kebijakan perencanaan spasial. hasil menunjukkan bahwa degradasi dan deforestasi yang signifikan telah terjadi, dengan penurunan drastis pada area hutan primer dan sekunder, khususnya di zona yang ditetapkan sebagai penggunaan lahan lain (apl) dan hutan produksi. sebaliknya, terjadi peningkatan pada semak belukar, pertanian lahan kering campuran, dan area perkebunan. tumpang tindih antara data perubahan tutupan lahan dan peta perencanaan spasial mengungkapkan inkonsistensi dalam fungsi spasial, di mana banyak kawasan lindung telah diubah untuk penggunaan yang tidak sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. temuan ini menyiratkan perlunya memperkuat pengawasan perencanaan spasial dan penegakan hukum, mempromosikan perencanaan penggunaan lahan berdasarkan data spasial, dan menerapkan program rehabilitasi untuk kawasan hutan yang terdegradasi. pendekatan berbasis masyarakat dan penerapan teknologi geospasial sangat penting untuk mendukung perencanaan spasial berkelanjutan di wilayah das peusangan. kata kunci: deforestasi, degradasi hutan, perencanaan spasial, gis, das peusangan
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
ANALISIS SPASIAL DEGRADASI DAN DEFORESTASI HUTAN UNTUK PERENCANAAN PENGGUNAAN RUANG DI DAERAH ALIRAN SUNGAI PEUSANGAN. Banda Aceh Program Studi Magister Konservasi Sumber Daya Lahan Universitas Syiah Kuala,2026
Baca Juga : STUDI PENGARUH PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN TERHADAP DEBIT BANJIR DAERAH ALIRANRNSUNGAI TRUMON KABUPATEN ACEH SELATAN (MUHAMMAD FARHAN, 2025)
Abstract
This study aims to analyze the spatial patterns of forest degradation and deforestation in the Peusangan Watershed (DAS Peusangan) and to evaluate their conformity with the existing spatial planning regulations. The methods employed include spatial analysis using Geographic Information Systems (GIS) and interpretation of multitemporal land cover data from 2012 to 2024. The analysis focused on changes in land cover extent and types, areas of forest degradation and deforestation, as well as the relationship of these changes with land-use functions and spatial planning policies. The results indicate that significant degradation and deforestation have occurred, with drastic declines in primary and secondary forest areas, particularly within zones designated as Other Land Uses (APL) and Production Forests. Conversely, there has been an increase in shrubland, mixed dryland agriculture, and plantation areas. An overlay between land cover change data and spatial planning maps reveals inconsistencies in spatial functions, where many protected areas have been converted for uses that are not in accordance with their designated purposes. The findings imply the need to strengthen spatial planning supervision and law enforcement, promote land-use planning based on spatial data, and implement rehabilitation programs for degraded forest areas. Community-based approaches and the application of geospatial technology are essential to support sustainable spatial planning in the Peusangan Watershed region. Keywords: Deforestation, Forest Degradation, Spatial Planning, GIS, Peusangan Watershed
Baca Juga : STUDI PERENCANAAN PENGATURAN SUNGAI KRUENG JANTHO DENGAN GROUNDSILL (MARINI BRAVIKAWATI, 2019)