Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES
Iffah Munawarah, PERUBAHAN FUNGSI GINJAL DAN KADAR KALIUM PADA PENDERITA GAGAL JANTUNG DENGAN PENURUNAN FRAKSI EJEKSI VENTRIKEL KIRI YANG DITERAPI DENGAN PENYEKAT ENZIM ANGIOTENSIN DIBANDINGKAN PENYEKAT RESEPTOR ANGIOTENSIN NEPRYLISIN :STUDI KOHORT PROSPEKTIF PADA POPULASI SUKU ACEH. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2026

Peningkatan aktivitas sistem renin-angiotensin-aldosteron (raas) umum terjadi pada gagal jantung. oleh karena itu, penghambat enzim pengubah angiotensin (acei) dan penghambat reseptor angiotensin–neprilysin (arni) menjadi komponen penting dalam pengobatan. namun, penggunaan jangka panjang dapat mengganggu fungsi ginjal dan keseimbangan kalium, yang berpotensi membatasi terapi. penelitian ini menilai efek acei dan arni terhadap fungsi ginjal dan kadar kalium serum pada pasien gagal jantung dengan fraksi ejeksi rendah (hfref) di indonesia, mengingat belum adanya penelitian lokal terkait hal ini. studi kohort prospektif dilakukan di banda aceh dengan melibatkan 40 pasien yang menerima acei dan 40 pasien yang menerima arni sebagai terapi standar. fraksi ejeksi ventrikel kiri (lvef), kadar kreatinin, dan kalium diukur pada awal dan setelah 3 bulan terapi. tekanan darah dipantau setiap bulan. uji independent t-test digunakan untuk membandingkan kedua kelompok. baik kelompok arni maupun acei menunjukkan penurunan kreatinin yang signifikan (p < 0.001). perbedaan antar kelompok sebesar −0.11 mg/dl (p = 0.126), yang tidak bermakna secara statistik. kadar kalium meningkat sedikit pada kedua kelompok, dengan perbedaan antar kelompok sebesar 0.082 mmol/l (p = 0.623), menunjukkan tidak ada perbedaan yang berarti. baik acei maupun arni menunjukkan perbaikan kadar kreatinin setelah 3 bulan terapi, disertai peningkatan kalium yang ringan. hasil fungsi ginjal tidak berbeda secara signifikan, sehingga arni tidak menunjukkan keunggulan dibandingkan acei dalam hal perlindungan ginjal.



Abstract

Increased activity of the Renin-Angiotensin-Aldosterone System (RAAS) is common in heart failure. Thus, angiotensin-converting enzyme inhibitors (ACEI) and angiotensin receptor-neprilysin inhibitors (ARNI) are essential in treatment. However, long-term use may impair kidney function and disturb potassium balance, potentially limiting therapy. This study assessed the effects of ACEI and ARNI on renal function and serum potassium in Indonesian patients with heart failure with reduced ejection fraction (HFrEF), as no local studies exist. A prospective cohort was performed in Banda Aceh, enrolling 40 ACEI and 40 ARNI patients on standard therapy. Left ventricular ejection fraction (LVEF), creatinine, and potassium were measured at baseline and after 3 months. Blood pressure was monitored monthly. Independent t-test was applied to compare groups. Result: Both ARNI and ACEI groups showed significant reductions in creatinine (p < 0.001). The intergroup difference was −0.11 mg/dL (p = 0.126), not statistically significant. Potassium rose slightly in both groups, with an intergroup difference of 0.082 mmol/L (p = 0.623), indicating no meaningful difference. Both ACEI and ARNI improved creatinine after 3 months, with a modest potassium rise. Renal outcomes did not differ significantly, suggesting ARNI offers no superiority over ACEI in kidney protection



    SERVICES DESK