Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Nur Ainun, PENGETAHUAN FRAKTUR DAN PEMBIDAIAN PERAWAT ACEH TENGAH. Banda Aceh Fakultas Keperawatan,2026

Fraktur merupakan kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan pertolongan pertama yang tepat di tempat kejadian. kasus fraktur disebabkan oleh cedera antara lain karena kecelakaan lalu lintas, jatuh, dan trauma benda tajam atau tumpul. pembidaian merupakan pertolongan pertama sebagai tindakan dan upaya untuk menginstirahatkan (immobilisasi) tulang yang patah mengalami cedera. tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan perawat aceh tengah tentang fraktur dan pembidaian. jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain penelitian cross sectional study. populasi penelitian ini adalah perawat pada empat puskesmas di aceh tengah, dengan jumlah sampel 60 responden. teknik pengumpulan data adalah total sampel dengan menggunakan kuesioner. hasil penelitian menunjukkan pengetahuan perawat di aceh tengah tentang fraktur sebanyak 60 orang (100%) memiliki pengetahuan dengan kategori baik, sedangkan pengetahuan perawat di aceh tengah tentang pembidaian sebanyak 40 orang (67%) memiliki pengetahuan dengan kategori baik, dan 20 orang (33%) dengan kategori cukup. diharapkan perawat dapat meningkatkan pengetahuan tentang fraktur dan pembidaian, serta skill untuk menangani pasien fraktur dan pembidaian.



Abstract

Fractures are emergency conditions that require appropriate first aid at the location of the accident. Fractures are caused by injuries such as traffic accidents, falls, and trauma from sharp or blunt objects. Splinting is a first aid procedure to immobilize a fracture and provide rest (immobilize) to the injured body part. The objective of this study was to identify the level of nurses’ knowledge in Central Aceh district regarding fractures and splinting. This research was descriptive with a cross-sectional design. The population consisted of nurses at four community health centers in Central Aceh District, with a total sample of 60 respondents. Data were collected through total sampling using questionnaires. The results showed that all 60 nurses (100%) in Central Aceh District had good knowledge about fractures, while 40 nurses (67%) had knowledge about splinting, and 20 nurses (33%) had sufficient knowledge. It is expected that nurses will further improve their knowledge of fractures and splinting, as well as their skills in managing patients with these conditions.



    SERVICES DESK