Epilepsi merupakan gangguan neurologis yang ditandai oleh bangkitan berulang tanpa provokasi dan sering disertai stigma psikososial yang berdampak negatif terhadap kualitas hidup penderitanya. mahasiswa kedokteran memiliki peran penting sebagai calon tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi yang tepat serta membentuk sikap positif terhadap penyandang epilepsi. penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan sikap mengenai orang dengan epilepsi pada mahasiswa pendidikan dokter universitas syiah kuala. penelitian kuantitatif analitik dengan desain potong lintang ini dilaksanakan pada januari–november 2025 dengan melibatkan 433 mahasiswa angkatan 2022–2024 yang dipilih menggunakan teknik non-proporsional sampling. data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan yang telah divalidasi dan skala pate (public attitudes toward epilepsy). analisis univariat digunakan untuk melihat distribusi pengetahuan dan sikap, sedangkan analisis korelasi spearman digunakan untuk menguji hubungan kedua variabel. hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan sikap yang positif terhadap orang dengan epilepsi. terdapat hubungan yang lemah namun signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan berkorelasi dengan sikap yang lebih positif. temuan ini menekankan perlunya penguatan edukasi mengenai epilepsi dalam kurikulum kedokteran untuk mengurangi stigma dan meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menangani serta mendukung penyandang epilepsi.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP MENGENAI ORANG DENGAN EPILEPSI PADA MAHASISWA PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS SYIAH KUALA. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2025
Baca Juga : GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAPRNMAHASISWA PENDIDIKAN DOKTER UNSYIAH ANGKATAN 2008 TENTANG FARINGITIS (Ridha Yunianda, 2023)
Abstract
Epilepsy is a neurological disorder characterized by recurrent unprovoked seizures and is often accompanied by psychosocial stigma that negatively impacts patients’ quality of life. Medical students play an essential role as future healthcare professionals in providing accurate education and fostering positive attitudes toward individuals with epilepsy. This study aimed to analyze the relationship between knowledge levels and attitudes toward people with epilepsy among medical students at Syiah Kuala University. This analytic quantitative study with a cross-sectional design was conducted from January to November 2025 involving 433 students from the 2022–2024 cohorts selected using a non-proportional sampling technique. Data were collected using a validated knowledge questionnaire and the Public Attitudes Toward Epilepsy (PATE) scale. Univariate analysis was used to describe the distribution of knowledge and attitudes, while Spearman’s correlation test assessed the relationship between the two variables. The results showed that most respondents had a high level of knowledge and positive attitudes toward individuals with epilepsy. A weak but statistically significant relationship was found between knowledge and attitudes (p < 0.05), indicating that higher knowledge correlates with more positive attitudes. These findings highlight the need to strengthen educational interventions on epilepsy within medical curricula to reduce stigma and enhance students’ preparedness in supporting and managing individuals with epilepsy.
Baca Juga : KUALITAS HIDUP PASIEN EPILEPSI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MEURAXA BANDA ACEH (Sri Agustina, 2019)